RASIOO.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyiapkan modernisasi angkutan kota (angkot) untuk meningkatkan kualitas transportasi publik. Program ini mencakup pembaruan armada, penggunaan pembayaran nontunai, hingga penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dishub Kota Bogor dalam membenahi transportasi umum di tengah persoalan kemacetan dan kelebihan jumlah armada angkot atau over supply.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan sebagian besar armada angkot di Kota Bogor sudah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional.
“Selama ini, angkutan umum di Kota Bogor menghadapi masalah besar. Sebagian besar armada angkot sudah sangat tua, yaitu berumur di atas 20 tahun. Kondisi ini membuat penumpang tidak nyaman dan menyebabkan operasional jalan tidak efisien,” ujar Sujatmiko, Selasa 27 Oktober 2026.
Sebagai langkah perbaikan, Dishub Kota Bogor berencana mengurangi sekaligus memperbarui armada angkot secara bertahap hingga akhir 2026.
Modernisasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan angkutan umum yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi dengan jaringan transportasi yang sudah tersedia, serta mendukung sistem pembayaran nontunai melalui kartu elektronik.
Selain itu, Dishub juga merancang angkot dengan fasilitas yang memudahkan penyandang disabilitas agar layanan transportasi publik dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat.
Sujatmiko menjelaskan, pembaruan armada akan diselaraskan dengan jalur angkutan pengumpan atau feeder dan koridor angkutan yang telah beroperasi.
“Tujuannya jelas, kami ingin menciptakan sistem transportasi yang seimbang antara jumlah angkot dan jumlah penumpang. Dengan demikian, pemilik angkot tetap mendapat penghasilan, sedangkan masyarakat menikmati layanan yang nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati, menyambut baik rencana modernisasi tersebut. Menurutnya, pembaruan angkutan umum menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan transportasi di era digital.
Ana berharap penerapan pembayaran digital dan fasilitas yang inklusif dapat meningkatkan daya tarik angkot di tengah masyarakat.
“Melalui pembayaran digital dan fasilitas yang inklusif, wajah angkutan umum di Kota Bogor diharapkan berubah total. Angkot tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pilihan utama masyarakat yang modern, aman, dan nyaman,” tutup Ana.













Komentar