RASIOO.id – Polresta Bogor Kota mengerahkan 484 personel untuk mengamankan penyampaian aspirasi masyarakat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2026. Pengamanan ini juga bertujuan mengantisipasi pergerakan massa dari Bogor yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengatakan, pihaknya telah menyiapkan penyekatan di sejumlah akses keberangkatan yang dinilai strategis, termasuk stasiun dan terminal.
“Di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, kami sudah melakukan penyekatan, khususnya di stasiun, terminal, dan beberapa lokasi yang kami pandang penting. Penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi massa yang bergerak ke Jakarta,” ujar Adhitya.
Di wilayah Kota Bogor, pengamanan dipusatkan di dua titik utama, yakni Pintu 1 Istana Bogor dan kawasan Tugu Kujang. Penempatan personel di lokasi tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar.
Polisi juga menerapkan pemeriksaan kendaraan secara selektif untuk mengantisipasi pergerakan massa menuju Jakarta. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan informasi dan prioritas di lapangan, bukan terhadap seluruh kendaraan.
“Biasanya, ketika mendapatkan informasi, kami akan melakukan pemeriksaan secara selektif berdasarkan prioritas. Jadi, tidak semua kendaraan kami periksa,” jelasnya.
Selain menyiapkan pengamanan di sejumlah titik, Polresta Bogor Kota berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan untuk mengimbau pelajar agar tidak mengikuti aksi unjuk rasa, baik di wilayah Kota Bogor maupun di Jakarta.
Adhitya juga meminta dukungan masyarakat agar kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum. Ia mengingatkan peserta aksi untuk mematuhi aturan serta menjaga fasilitas publik.
“Kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat agar kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berlangsung dengan baik dan santun. Kami berharap masyarakat tidak merusak fasilitas umum maupun mengganggu pengguna jalan lain,” tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu menyampaikan pendapat secara dewasa dan bertanggung jawab agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengorbankan ketertiban serta kenyamanan warga lainnya















Komentar