RASIOO.id – Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas tersambar kereta api di lintasan rel wilayah Kebon Pedes, RT 01/RW 02, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Selasa 3 November 2026 pagi.
Korban yang diperkirakan berusia sekitar 80 tahun tersebut diketahui bernama Pak Raes, warga RT 01/RW 11 Kebon Pedes.
Ketua RW 02 Kebon Pedes, Sumardi, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB.
Insiden pertama kali diketahui setelah warga melihat korban sudah dalam posisi tergeletak di tengah lintasan rel kereta api.
”Pertama tadi ada warga melihat ada yang tergeletak di tengah-tengah rel, terus laporan ke saya. Ada yang tertabrak kereta dari arah Bogor menuju Jakarta, kejadiannya kurang lebih jam 09.45 WIB,” ujar Sumardi.
Menurut Sumardi, kereta yang melintas dari arah Bogor menuju Jakarta tersebut sempat menghentikan lajunya sejenak untuk memberikan peringatan kepada warga.
Masinis dari bagian belakang kereta langsung memberitahukan warga sekitar bahwa ada seseorang yang tertabrak.
”Kereta sempat berhenti dan memberi tahu warga, karena kondisi di sekitar sini memang sedang sepi. Masinis memberi tahu kalau ada orang tertabrak,” ujarnya.
Warga bersama pengurus lingkungan setempat langsung mengevakuasi jasad korban dari tengah rel untuk menghindari potensi bahaya dari kereta lain yang melintas.
Karena kondisi korban dipastikan sudah meninggal dunia di lokasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka.
Sumardi juga mengungkapkan bahwa korban diketahui sudah dalam kondisi pikun dan sering berjalan mondar-mandir di lingkungan sekitar.
Selain itu, korban baru saja kehilangan sang istri yang meninggal dunia belum genap 40 hari yang lalu.
”Korban memang sudah pikun dan kesehariannya sering mondar-mandir. Istri almarhum juga belum lama meninggal, belum ada 40 hari. Karena kondisi sudah positif meninggal, jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” tuturnya.
Peristiwa kecelakaan kereta api di titik ini merupakan yang pertama kali kembali terjadi setelah lebih dari dua tahun area tersebut aman dari insiden serupa.













Komentar