Lewat TBMM, Sachrudin Ingin Masjid Punya Peran Lebih Besar dalam Ekonomi Warga

RASIOO.id – Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran program Tangerang Bersama Membangun Masjid (TBMM).

Program tersebut diluncurkan dalam Rapat Kerja BAZNAS yang berlangsung di Aula Hotel Grand El Hajj, Asrama Haji Provinsi Banten, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu, 4 November 2026.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat peradaban, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, program TBMM merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berakhlakul karimah.

“Kita meyakini bahwa masjid bukan hanya pusat peribadatan, tetapi juga pusat peradaban, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan sosial umat. Karena itu, kolaborasi ini kita hadirkan untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah,” tutur Sachrudin.

Ia juga mengapresiasi BAZNAS dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sachrudin menilai, setiap pihak memiliki potensi yang dapat saling melengkapi. Pemerintah berperan melalui program dan data, BAZNAS melalui penghimpunan serta penyaluran zakat, dunia usaha dengan dukungan sumber daya, dan masyarakat melalui semangat gotong royong.

“Jika seluruh potensi ini disatukan, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar. Program Tangerang Bersama Membangun Masjid menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkuat fungsi masjid, Sachrudin juga mendorong pengelolaan zakat agar semakin optimal, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan.

Ia menegaskan, setiap program zakat harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Keberhasilan pengelolaan zakat bukan semata diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana zakat mampu membantu masyarakat, meningkatkan keberdayaan, hingga mendorong mereka menjadi lebih mandiri,” pungkasnya.

Melalui program TBMM, Pemkot Tangerang berharap masjid dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar