Kebocoran Gas di Pabrik PT CAP, Leppami PB HMI Minta Pemerintah Pusat ‘Turun Tangan’

RASIOO.id – Peristiwa kebocoran gas dari pabrik kimia PT Chandra Asri Pasific (CAP) di Ciwandan, Kota Cilegon, Banten pada 20 Januari 2024, mendapat perhatian serius dari Leppami PB HMI. Direktur Leppami, M. Syamsul Hidayat, menekankan perlunya intervensi langsung dari pemerintah pusat.

Syamsul menyatakan keprihatinannya terhadap dampak kebocoran gas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dia mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi tindakan PT Chandra Asri Pacific dan memberikan sanksi tegas.

“Leppami menyoroti transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi serta pentingnya komunikasi terbuka,” kata dia.

Baca Juga : HMI Tangerang Soroti Potensi “Main Mata” Penyelenggara dengan Peserta Pemilu

Leppami juga mengajak berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan dan komunitas setempat, untuk dilibatkan dalam evaluasi dan perencanaan langkah-langkah penanganan. Selain itu, mereka mendesak pemerintah menutup sementara pabrik PT CAP untuk evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa.

Dalam konteks kompensasi, Syamsul menuntut agar PT CAP memberikan kompensasi moril dan materil kepada warga yang terdampak. Dinas Kesehatan Kota Cilegon mencatat 558 orang sebagai korban, dan Syamsul menegaskan perlunya penguatan regulasi dan pengawasan industri untuk mencegah dampak negatif di masa depan.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar