RASIOO.id – Ziarah kubur, sebuah praktik yang mengalami transformasi dalam sejarah Islam, kini menjadi salah satu tindakan yang diperbolehkan. Awalnya, Rasulullah melarang praktik ini, namun kemudian larangan tersebut dicabut.
Sebuah hadits menyebutkan, “Dulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian.” (HR Muslim)
Managing Director Sembilan Bintang, Rd. Anggi Triana Ismail menekankan, pentingnya ziarah kubur di tengah keadaan moral yang menurun. “Kegelapan moral saat ini mendorong pentingnya kita untuk melakukan ziarah kubur,” ujarnya.
Ziarah kubur tidak hanya mengingatkan kita akan kematian, tetapi juga membantu dalam mendalami ketakwaan kepada Allah Azawajala. Rasulullah tidak hanya memerintahkan untuk berziarah, tetapi juga menjelaskan manfaatnya.
“Ziarah kubur dapat melunakkan hati, mengalirkan air mata, mengingatkan akan akhirat, dan melarang ucapan yang buruk,” katanya.
Praktik ziarah kubur juga dilakukan oleh Rasulullah setelah malaikat Jibril menemuinya dan mengatakan, “Tuhanmu memerintahkanmu untuk mendatangi ahli kubur Baqi’ dan memohonkan ampunan bagi mereka.” (HR Muslim)
Ziarah kubur telah menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual umat Islam. Anggi, bersama santri dari pondok pesantren al-Haqiri di bawah pengasuhan Kiyai Haji Eman, telah mengunjungi berbagai makam wali Allah, termasuk makam para walisongo dan makam-makam penting lainnya.
“Membersihkan jiwa melalui ziarah kubur, sesuai dengan ajaran Nabi, adalah langkah penting dalam menanggapi godaan dunia yang sesungguhnya hampa,” tegas Anggi.
“Mari bersama-sama melakukan ziarah kubur sebagai bagian dari perjalanan spiritual kita,”tambahnya.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar