RASIOO.id – Pilkada Banten memasuki babak baru dengan munculnya pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah sebagai pesaing kuat bagi Airin Rachmi Diany. Pasangan tersebut diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara, Partai Golkar disebut-sebut akan menggaet PDIP untuk mengusung pasangan calon.
Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ahmad Chumaedy, menjelaskan bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang menaungi partai-partai pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu, tampaknya tidak akan solid dalam Pilkada serentak ini. Indikasi ini terlihat dari beredarnya flyer pasangan bakal calon gubernur Banten Andra Soni-Dimyati Natakusumah.
“Dinamika politik KIM yang diharapkan bisa konsisten justru memudar ketika Andra-Dimyati, yang kemungkinan besar didukung oleh Gerindra dan PKS, mulai diperkenalkan kepada publik,” kata Chumaedy.
Baca Juga: Tim Penjaringan DPW Nasdem Kantongi 7 Nama Calon Kepala Daerah, Termasuk Wahidin Halim dan Airin
Chumaedy menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan memudarnya koalisi ini. Pertama, adanya perbedaan kepentingan politik. Menurut dia, partai-partai dalam koalisi mungkin memiliki kepentingan atau prioritas yang berbeda, menyebabkan terjadinya disharmoni.
Kemudian yang kedua, lanjut dia, adanya intervensi elite politik nasional untuk memastikan kader partainya bisa ikut berlaga.
“Keputusan koalisi sering kali dipengaruhi oleh elite politik pusat yang memiliki agenda sendiri,” kata dia.
Selain dua hal tersebut, Chumadi menambahkan, bisa juga karena adannya negosiasi figur potensial untuk dicalonkan. Dia menilai, ekspektasi Gerindra untuk bersanding dengan Airin memudar karena Airin sebagai kandidat terkuat tidak memilih wakil yang diusulkan oleh Gerindra.
“Gagalnya negosiasi ini berujung pada keputusan mendadak untuk mendukung Andra-Dimyati,” cetusnya.
Baca Juga: Pede Dapat Tiket Cagub Banten, Arief Wismansyah Fokus Cari Figur Wagub
Menurut Chumaedy, Partai Golkar, yang mengusung Airin, kemungkinan besar akan memilih kader PDIP sebagai wakilnya. Airin membutuhkan wakil yang berpengalaman dalam eksekutif dan legislatif, berpengaruh di Banten Selatan, dan memiliki loyalitas yang teruji.
Pilihan Golkar tersebut, lanjut dia, mengusik Partai Gerindra. Ketergesaan Gerindra memasang Andra-Dimyati ini bisa jadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi tawar Gerindra di hadapan Airin, dengan harapan masih ada ruang untuk manuver politik sebelum keputusan final.
Chumaedy menambahkan bahwa jika Andra-Dimyati memang sudah melakukan kesepakatan politik, posisi Airin sebagai calon gubernur Banten tetap kuat.
“Secara elektabilitas dan popularitas, Airin jauh mengungguli pasangan Andra-Dimyati,” jelasnya.
Chumaedy juga mencatat adanya kemungkinan agenda tersembunyi untuk menyatukan kekuatan Golkar dengan PDIP di Pilkada Banten.
“Nama yang paling kuat dari PDIP untuk mendampingi Airin adalah Ade Sumardi,” tutupnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar