Cawalkot Bogor Nomor Urut 3 Dedie A Rachim Gelar Diskusi Bedah Buku “Menghadang Kubulai Khan” Besama Partai Prima

RASIOO.id – Calon Walikota Bogor Nomor Urut 3, Dedie A Rachim menggelar diskusi bedah buku bersama Partai Prima Kota Bogor, di Posko Bogor Beres, Jalan Ciremai Ujung, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis, 7 November 2024.

Dedie Rachim mengatakan buku berjudul “Menghadang Kubulai Khan” yang di tulis AJ Susmana, menceritakan tentang peristiwa besar masa lalu saat Kerajaan Mongol menyerang Kerajaan Kediri.

“Ini mengisahkan peristiwa besar pada saat kerajaan Kediri, mengalami serangan infiltrasi asing dari Kerajaan Mongol pimpinan Kubilai Khan,” kata Dedie A Rachim.

Dedie menjelaskan inti dari buku ini yaitu kepempimpinan yang bisa menggerakkan anggotanya. Sehingga walau buku ini ada di abad 12 namun masih relevan di abad 21 saat ini.

“Isinya soal nilai-nilai kemanusiaan harus dimulai dari sebuah niat baik pemimpin,” jelas Dedie.

“Jadi pemimpin yang benar akan muncul pada saat yang tepat,” sambung dia.

Menurut Dedie, kepemimpinan yang tepat bisa mengatasi seluruh permasalahan yang muncul. Pemimpin tidak bisa karbitan atau titipan tapi hasil kerja keras dan dedikasi tinggi.

“Jadi memang semua pemimpin harus mengalami proses-proses kerja keras dan berat. Salah satunya dari pengalaman yang menjadi tolok ukur kesuksesan di dalam buku ini,” ujarnya.

Ia menilai walau tidak berkaitan dengan Pilkada namun buku ini relevan, karena mengajarkan tentang kepemimpinan yang baik dan kuat menghadapi semua tantangan.

“Di buku ini menyebut pengalaman bisa menjadi tolok ukur bagi sebuah kepemimpinan. Jadi ini tidak dikaitkan langsung dengan Pilkada, tapi memang isi bukunya kurang lebih seperti itu,” bebernya.

Baca Juga: Tanpa Ritual Khusus, Cawalkot Dedie A Rachim Siap Tampil Pada Debat Perdana KPU

Adapun, Ketua DPK Partai Prima Kota Bogor Zhulaeha menjelaskan bedah buku ini diprakarsai oleh Partai Prima lewat organisasi sayap yaitu Jangker (Jaringan Kebudayaan).

Bedah buku sekaligus diskusi ini juga bagian dari memperkenalkan program Partai Prima sebagai partai koalisi pengusung Dedie-Jenal.

“Jadi diskusi buku ini membahas tentang persatuan, keadilan, dan kemakmuran yang menjadi makna buku,” jelas Zhulaeha.

Dia berharap lewat diskusi bedah buku ini, nilai nilai didalam buku ini bisa tersampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Jadi buku ini mengajarkan tentang kepimpinan yang baik maupun tidak. Judulnya itu menghadang Kubilai Khan karena dia merupakan pemimpin yang tidak baik sehingga masyarakat harus cerdas untuk memilih pemimpin,” tutupnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar