RASIOO.id – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor yang akan berlangsung pada 27 November 2024, suhu politik kian memanas. Akademisi Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Nandang Sutisna, mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi janji-janji populisme yang diusung pasangan calon (paslon) dalam kampanye.
Menurut Nandang, strategi kampanye yang menjanjikan kemudahan layanan publik, pendidikan dan kesehatan gratis, serta jaminan kesejahteraan masyarakat sering menjadi daya tarik utama untuk meraih suara pemilih.
“Kampanye populis dipercaya efektif sebagai bagian dari strategi pemasaran politik. Namun, dari sudut pandang moralitas, setiap calon kepala daerah dituntut untuk realistis dalam menyampaikan janji-janji politiknya,” ujar Nandang, Selasa, 19 November 2024.
Ia menegaskan bahwa tidak semua janji politik dapat direalisasikan karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan kendala birokrasi.
Nandang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menerima begitu saja setiap janji politik yang dilontarkan.
Ia mendorong warga untuk mengukur rasionalitas program yang dijanjikan, termasuk kemungkinannya untuk dijalankan berdasarkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.
“Masyarakat harus belajar dari pengalaman kampanye sebelumnya, di mana banyak janji populis akhirnya tidak terlaksana, atau sekadar dijalankan untuk memenuhi janji politik tanpa memberi dampak signifikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nandang menjelaskan bahwa janji populis hanya bisa terealisasi dengan penambahan anggaran di APBD atau menggantikan program-program lama.
Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi pemilih yang kritis dan menolak janji-janji muluk yang tidak realistis.
“Masyarakat diharapkan tidak golput dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menunaikan hak konstitusinya. Namun, masyarakat juga harus menolak segala bentuk politik uang dan memilih calon pemimpin dengan rasional serta sesuai hati nurani,” harap Nandang.
Pilkada Kota Bogor diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan nyata, bukan sekadar janji-janji kampanye tanpa realisasi.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar