RASIOO.id -Korban Raymond Wirya Arifin (19) diperingati oleh keluarga, kerabat, dan sahabat untuk mengenang lima bulan kepergian melalui kegiatan tabur bunga di samping Jembatan Kaca, Kota Tangerang. Lokasi tersebut merupakan tempat ditemukannya jenazah Raymond beberapa bulan lalu.
Kakak almarhum, Rendy Arifin, mengatakan tabur bunga dilakukan sebagai bentuk doa sekaligus pengingat agar kasus kematian Raymond segera mendapatkan kejelasan. Ia menyebut kegiatan ini diikuti keluarga dan teman-teman terdekat.
“Hari ini kami mengenang 165 hari kepergian Raymond dan berharap kasusnya bisa segera terungkap,” ujar Rendy saat dilokasi, pada Minggu, 28 Desember 2025.
Ia mengatakan, hingga saat ini keluarga belum menerima perkembangan berarti terkait penanganan kasus dari pihak kepolisian Polsek Karawaci. Meski demikian, keluarga tetap berupaya melakukan komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.
“Sampai sekarang belum ada perkembangan yang kami terima dari Polsek Karawaci, tapi kami terus melakukan follow up,” katanya.
Menurut Rendy, keluarga masih merasakan duka mendalam atas kepergian Raymond yang dikenal sebagai pribadi baik dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Keluarga pun meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini dari sisi hukum dan kemanusiaan.
“Kami hanya ingin kejanggalan kematian Raymond bisa dijelaskan secara jelas,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan kesedihan mendalam dirasakan oleh teman-teman Raymond yang hadir dalam kegiatan tersebut. Raymond dikenal sebagai sosok berprestasi dan disiplin, terutama dalam menjalani aktivitas perkuliahan.
“Raymond anak yang rajin dan tidak pernah absen, itu yang membuat teman-temannya juga bingung,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Rendy berharap proses hukum dapat berjalan lebih cepat mengingat kasus tersebut telah berlangsung selama lima bulan. Keluarga khawatir lamanya penanganan dapat menghilangkan barang bukti penting.
“Harapan kami kasus ini tidak berlarut-larut dan bisa segera ada kejelasan,” pungkasnya.
Kegiatan tabur bunga berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir serta harapan akan terungkapnya kebenaran atas peristiwa yang menimpa Raymond Wirya Arifin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dari Polsek Karawaci melalui Kanit Reskrim belum memberikan tanggapan kepada awak media terkait hal tersebut. Namun, pihak keluarga percaya bahwa Raymond meninggal bukan karena bunuh diri, tetapi ada dugaan pembunuhan.
Pihak keluarga terus mendesak Polsek Karawaci untuk mengungkap dan menginvestigasi kasus berdasarkan petunjuk yang sudah dikonfirmasi melalui keluarga. Mengingat kasus yang sudah berlarut selama 5 bulan (Juli-Desember) setelah laporan dibuat dan diserahkan ke pihak Kepolisian.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar