Bogor Dikepung Bencana! Hujan Tanpa Henti Picu 83 Kejadian Longsor, Angin Kencang, hingga Banjir dalam Dua Hari

 

RASIOO.id – Kabupaten Bogor dilanda gelombang bencana alam akibat hujan deras yang turun tanpa henti sejak Jumat hingga Sabtu siang (23–24 Januari 2026). Sebanyak 83 kejadian bencana tercatat hanya dalam waktu dua hari, menyebar hampir merata di berbagai wilayah.

Data tersebut disampaikan BPBD Kabupaten Bogor berdasarkan laporan tim di lapangan hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menyebutkan bencana paling dominan adalah pergerakan tanah dan longsor.

“Total ada 83 kejadian bencana. Didominasi pergerakan tanah dan longsor sebanyak 42 kejadian, disusul 38 kejadian angin kencang dan rumah ambruk, serta 3 kejadian banjir,” kata Jalaludin kepada RASIOO.id.

Ia menjelaskan, bencana tersebut tersebar di 69 desa dan kelurahan pada 27 kecamatan di Kabupaten Bogor, menandakan kondisi cuaca ekstrem berdampak luas.

Sebaran Lokasi Bencana

Untuk angin kencang dan rumah ambruk, kejadian tercatat antara lain di:
Cisarua (Tugu Selatan, Tugu Utara, Leuwimalang)
Megamendung (Sukakarya, Sukamaju, Pakancilan, Bungur)
Caringin (Pancawati, Pasirmuncang, Cimande)
Cigombong, Gunungputri, Pamijahan, Bojonggede, Babakan Madang, hingga Ciampea.

Sementara pergerakan tanah dan longsor melanda wilayah rawan seperti:

Tenjo, Cigudeg, Pamijahan, Megamendung, Ciawi,
Cibungbulang, Sukamakmur, Cibinong, Leuwisadeng,
Klapanunggal, Citereup, hingga Sukajaya.
Adapun banjir dilaporkan terjadi di:
Parungpanjang (Desa Cibunar)
Rumpin (Desa Tamansari)
Cisarua, termasuk peristiwa putusnya jembatan penghubung Desa Batulayang–Tugu Utara akibat luapan air.

BPBD menyebut sebagian besar lokasi telah dilakukan kaji cepat, namun sejumlah titik masih memerlukan penanganan lanjutan dan evakuasi, khususnya di wilayah longsor aktif dan tanah labil.

BPBD Kabupaten Bogor mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan tetap mengancam.

“Masyarakat di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai diminta mengurangi aktivitas saat hujan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Jalaludin.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar