Walikota Bogor Dedie A Rachim pinta Laporkan Jika Ada Pangan Pakai Pengawet!

RASIOO.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memastikan bahan pangan yang dijual di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor aman dari kandungan zat berbahaya.

Hal itu disampaikan setelah ia melakukan peninjauan langsung bersama sejumlah pihak terkait.

“Sudah meninjau langsung dan memastikan bahwa Kota Bogor memang layak disebut sebagai kota aman pangan,” ujar Dedie kepada Rasioo.id saat berada di Pasar Jambu Dua, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Dedie, sebelumnya Kota Bogor telah memperoleh penghargaan sebagai kota dengan pangan aman periode 2024–2025. Predikat tersebut, kata dia, diraih karena adanya Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Pangan yang aktif melakukan pengawasan.

“Nah, kenapa bisa mendapatkan predikat itu? Karena Kota Bogor punya satgas keamanan pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan pangan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Diperlukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawasan.

“Semua daerah mau tidak mau harus berkolaborasi dan bersinergi dengan beberapa pihak, bukan hanya kepolisian,” ujarnya.

Dedie menjelaskan bahwa pengawasan juga melibatkan sejumlah instansi seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), serta Kementerian Kesehatan untuk melakukan monitoring terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Bogor dalam memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi kualitas bahan pangan yang beredar di pasaran. Jika ditemukan ciri-ciri mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya.

“Kalau ada bau yang tidak wajar atau warna yang mencurigakan, bisa jadi mengandung zat pewarna tekstil yang berbahaya. Itu bisa dilaporkan kepada tim satgas,” kata Dedie.

Selain itu, masyarakat juga diminta melapor jika menemukan bahan pangan yang diduga mengandung bahan pengawet berbahaya. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

“Nanti kami teruskan ke BPOM. Kebetulan BPOM di Kota Bogor sangat aktif,” pungkasnya.

Komentar