Dedie Rachim Laporkan WFH ASN Bogor, 9 Persen Eselon III ke Bawah Terpantau Bekerja dari Rumah

RASIOO.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim melaporkan hasil pemantauan pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III ke bawah di Kota Bogor, Jumat, 10 April 2026.

Ia menyebut pelaksanaan WFH mencakup sekitar 9 persen dari total ASN Kota Bogor, dengan jumlah mencapai 1.054 orang.

“Pelaksanaan WFH ini tidak mudah karena harus terhubung dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Koordinat ASN harus benar-benar sesuai lokasi rumah,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan pemerintah menerapkan absensi tiga kali sehari, yaitu pagi sebelum bekerja, siang sekitar pukul 13.00–14.30, dan sore pukul 16.30 saat jam kerja berakhir. Sistem ini memastikan ASN tetap berada di lokasi yang sesuai saat WFH.

Menurutnya, seluruh pelaporan aktivitas juga harus sesuai dengan koordinat tempat tinggal masing-masing ASN.

Pemkot Bogor juga melakukan uji coba pengawasan melalui video call tanpa persiapan. Dari hasil pengecekan, sebagian ASN langsung terhubung, sementara sebagian lain mengalami kendala dan melakukan panggilan ulang.

Dedie menilai sistem ini masih membutuhkan penguatan, terutama pada aspek kedisiplinan dan kesiapan teknologi pemerintahan berbasis elektronik.

Ia juga menegaskan sanksi akan diberikan kepada ASN yang tidak menjalankan aturan WFH sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pemantauan lapangan, Dedie turut mengecek beberapa wilayah seperti Kelurahan Paledang. Ia memastikan ASN di wilayah tersebut tetap menjalankan WFH dan mengikuti aturan absensi berbasis koordinat.

“Saat kita cek langsung, ASN tersebut sedang mengikuti Zoom Meeting dari rumah dan data absensi sesuai koordinat,” katanya.

Pemkot Bogor terus memperkuat sistem pengawasan agar pelaksanaan WFH berjalan disiplin dan tetap menjaga kinerja pelayanan publik.

Komentar