RASIOO.id – Gelombang aksi mahasiswa kembali muncul di Kota Bogor. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) FKIP UMBARA bersama elemen mahasiswa menggelar aksi bertajuk “Umbara Menggugat” di kawasan Tugu Kujang.
Aksi ini digelar sebagai respons atas dugaan tindakan kekerasan yang dinilai mengancam kebebasan sipil dan mencederai rasa keadilan. Mahasiswa menilai peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada korban secara individu, tetapi juga memicu rasa takut di tengah masyarakat luas.
Ketua Umum PK IMM FKIP Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Fathi Raflian, menyampaikan bahwa kasus ini harus dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, muncul kekhawatiran publik untuk bersuara akibat situasi tersebut.
“Ada dampak yang lebih besar dari sekadar kasus individu. Rasa takut di masyarakat untuk menyampaikan pendapat mulai terasa. Ini jadi perhatian serius,” ujarnya dalam orasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tujuh tuntutan utama, mulai dari mendesak transparansi proses hukum hingga mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Mereka juga meminta agar aktor intelektual di balik peristiwa tersebut diungkap dan diadili secara terbuka.
Salah satu tuntutan diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI agar memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan melalui peradilan umum.
Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Dimas Saputra, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyebut pihaknya menolak segala bentuk teror yang berpotensi membungkam suara masyarakat sipil.
Mahasiswa juga menyoroti pentingnya reformasi institusi penegak hukum. Mereka menilai profesionalitas dan akuntabilitas aparat perlu diperkuat agar kepercayaan publik tidak semakin menurun.
Fathi kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai keadilan. Ia menyebut sikap diam justru berisiko memperkuat praktik yang merugikan masyarakat.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat. Aspirasi disampaikan secara terbuka di ruang publik sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
PK IMM FKIP UMBARA menyatakan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Jika tuntutan tidak direspons serius, mereka memastikan akan terus menyuarakan aspirasi.
Aksi “Umbara Menggugat” menjadi pengingat bahwa mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral dalam demokrasi, sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga.













Komentar