RASIOO.ID — Upaya mengatasi persoalan pembakaran sampah yang berdampak pada kualitas udara kini dilakukan melalui pendekatan baru. Project Fireflies Dietplastik Indonesia menjalankan uji coba pengelolaan sampah di tiga kota, yakni Bogor, Depok, dan Jakarta.
Salah satu titik pelaksanaan program berada di Kelurahan Setu Gede, tepatnya di RW 10. Di wilayah ini, pembakaran sampah masih menjadi praktik yang cukup sering dilakukan warga akibat pengelolaan yang belum optimal.
Penanggung jawab Project Fireflies, Farhan, menjelaskan bahwa permasalahan utama bukan hanya volume sampah, tetapi juga kebiasaan warga dalam menanganinya.
“Karena sampah tidak dikelola dengan baik, akhirnya dibakar sebagai solusi cepat. Padahal ini berdampak langsung pada kualitas udara di lingkungan,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Project Fireflies mendorong solusi berbasis pemilahan sampah dari sumber, yakni langsung dari rumah tangga. Warga diajak untuk memilah sampah sesuai jenisnya agar dapat dikelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Sampah organik, misalnya, diolah menggunakan metode maggot dan biodigester atau dijadikan kompos. Sementara sampah non-organik yang masih memiliki nilai ekonomis disalurkan kepada para pemilah untuk didaur ulang.
“Dengan cara ini, hanya sampah residu saja yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jadi tidak semua sampah dari rumah langsung berakhir di sana,” jelas Farhan.
Metode maggot dan biodigester sendiri merupakan pendekatan pengolahan limbah organik yang dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan nilai tambah, seperti pupuk atau pakan ternak.
Melalui uji coba di tiga kota ini, Project Fireflies berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi praktik pembakaran yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara di lingkungan permukiman.
“Target kami sederhana, bagaimana sampah bisa dikelola dari sumbernya dan tidak lagi dibakar,” pungkasnya.













Komentar