Garda Depan Kebencanaan Puluhan Linmas Parung panjang kabupaten Bogor Dipersenjatai Rompi dan Jas Hujan Baru

Rasioo.id – Guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, sebanyak 66 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, resmi mendapatkan bantuan atribut dinas baru berupa rompi lapangan dan jas hujan keselamatan.
Penyaluran perlengkapan penunjang ini dilangsungkan di ruang rapat kantor Kecamatan Parungpanjang. Agenda ini merupakan bagian dari realisasi program kerja Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) setempat, Kamis, 9 Juli 2026.
Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Parungpanjang, Maman Oskar, menjelaskan bahwa para personel yang menerima sarana keselamatan tersebut berasal dari 11 desa di seluruh penjuru Parungpanjang. Mereka merupakan garda depan yang tergabung ke dalam Tim Desa Tanggap Bencana (Destana).
“Pendistribusian jas hujan dan rompi Destana ini menyasar 66 anggota Linmas dari 11 desa. Di wilayahnya masing-masing, mereka mengemban amanah penting sebagai Tim Destana,” ungkap Maman Oskar dalam keterangan tertulisnya.
Penguatan Rasa Percaya Diri Kader Destana
Oskar menegaskan, pemberian atribut seragam ini bukan sekadar urusan estetika formalitas. Fasilitas sarana dan prasarana ini ditujukan untuk membangun pembinaan mental serta memompa rasa percaya diri para relawan saat terjun langsung di medan bencana.
“Program ini merupakan bentuk pembinaan untuk mengarahkan Tim Destana agar selalu sigap menghadapi situasi darurat. Dukungan uniform ini juga dirancang agar tim di tingkat desa tampil lebih percaya diri dan profesional,” jelasnya.
Secara teknis operasional, Maman Oskar membeberkan 7 peran vital anggota Linmas selaku kader Destana:
  • Evakuasi korban: Sigap membantu dan mengevakuasi warga yang terdampak langsung oleh bencana alam.
  • Sumber informasi awal: Menjadi mata dan telinga pemerintah daerah guna melaporkan data primer situasi darurat secara cepat.
  • Logistik bantuan: Mengawal pencatatan hingga pendistribusian logistik bantuan kepada para korban.
  • Penanggulangan mitigasi: Berperan aktif dalam skema mitigasi pra-bencana hingga proses pemulihan pasca-bencana.
  • Jiwa kesukarelawanan: Menjalankan aksi kemanusiaan di lapangan dengan asas kerelaan penuh.
  • Perlindungan cuaca ekstrem: Memanfaatkan jas hujan sebagai tameng keselamatan (safety) utama saat menembus cuaca buruk.
  • Identitas visual: Menggunakan rompi khusus sebagai simbol penanda identitas guna memperlancar koordinasi lintas sektor di area bencana.
Skema Rangkap Tugas Linmas di Lapangan
Dari total komposisi kepengurusan struktural di tingkat desa, pihak kecamatan menerapkan formula pembagian tugas yang adaptif.
“Dari total 10 orang anggota di tiap kelompok regu, sebanyak 6 personel memegang fungsi ganda yakni sebagai Linmas reguler sekaligus kader Destana. Sementara itu, 4 personel lainnya tetap fokus pada fungsi kelinmasan dan keamanan umum,” tutup Oskar.

Komentar