RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayahnya.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari pembagian masker secara masif hingga penyiraman rutin di sejumlah wilayah untuk mengurangi abu yang menempel dan beterbangan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor juga bersiaga untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan peningkatan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik.
“Sejauh ini belum ada peningkatan signifikan, masih terbilang aman. Terkait ISPA yang kita pantau belum ada dampak dari debu tersebut,” kata Fusia.
Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak. Survei dilakukan ke sejumlah wilayah yang berpotensi terkena sebaran abu vulkanik.
“Terkait datanya berapa orang, sedang kita lakukan survei ke daerah-daerah, jadi belum ada datanya berapa orang yang terdampak,” ujarnya.
Fusia mengingatkan, abu vulkanik tetap memiliki risiko terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata dan kulit. Paparan abu juga berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki asma maupun penyakit paru kronis.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Dinkes juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung dan paru.
“Kami mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru,” jelas Fusia. (Hana)















Komentar