RASIOO.id – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayu Manis, Kota Bogor, mendapat sorotan karena proses pemenuhan persyaratan lingkungan dan administrasi masih berjalan, sementara pembangunan infrastruktur pendukung di lapangan terus dilakukan.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PSEL Kayu Manis masih dalam tahap penyesuaian. Sejumlah persyaratan teknis juga disebut masih perlu dipenuhi sebelum proyek dapat berjalan secara optimal.
“AMDAL berproses. Jadi kemarin memang baik di Galuga maupun di Kayu Manis ada beberapa poin persyaratan yang masih perlu disesuaikan di lapangan,” ujar Dedie, Selasa, 15 September 2026.
Beberapa hal yang masih menjadi perhatian di antaranya ketersediaan buffer zone, dukungan pasokan air, serta kesiapan infrastruktur kelistrikan seperti gardu atau trafo PLN.
“Jadi buffer zone misalnya, kemudian juga kesiapan dukungan teknis terutama ketersediaan air, kemudian juga gardu atau trafo PLN,” tambahnya.
Di sisi lain, aktivitas pembangunan fisik di kawasan PSEL Kayu Manis terus berjalan. Pemkot Bogor telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, mulai dari pembukaan dan betonisasi akses jalan utama, pembangunan bronjong sungai, hingga penyiapan lahan menuju lokasi proyek.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah persyaratan lingkungan dan administrasi proyek masih dalam proses. Meski demikian, Dedie menyebut pembangunan fisik tetap dilakukan untuk mengejar target groundbreaking PSEL Kayu Manis yang ditargetkan berlangsung paling cepat pada November 2026.
“PSEL Kayu Manis kita nunggu informasinya November. Ya mudah-mudahan hal-hal kecil masih harus diperbaiki, harus disempurnakan, bisa selesai,” tutur Dedie.
Selain proses AMDAL, perizinan proyek juga masih melibatkan sejumlah lembaga di tingkat pemerintah pusat. Tahapan tersebut mencakup Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga BPI Danantara.
Proyek PSEL Kayu Manis sendiri akan dikerjakan oleh konsorsium Xevia yang memenangkan proses lelang. Proyek ini dirancang untuk mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Pembangunan PSEL diharapkan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di Kota Bogor. Namun, proses pembangunan tetap menjadi sorotan agar seluruh persyaratan lingkungan dan administrasi dapat dipastikan terpenuhi sebelum proyek beroperasi.













Komentar