Bupati Bogor Rudy Susmanto bakal Perkuat Pengawasan Titik Pembuangan Limbah di Sungai Cileungsi

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat pengawasan terhadap titik-titik pembuangan air limbah di sepanjang Sungai Cileungsi untuk mencegah terjadinya pencemaran secara berulang.

Pengawasan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan sejumlah kelompok pegiat lingkungan, salah satunya Komunitas Peduli Sungai Cileungsi (KP2C).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pengawasan dilakukan dengan menempatkan satuan tugas di sejumlah titik keluaran pembuangan air yang dinilai membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

“Dinas Lingkungan Hidup bersama beberapa kelompok pegiat lingkungan yang ada, salah satunya KP2C, kita menempatkan beberapa satgas yang standby di beberapa titik output buangan air tersebut,” ujar Rudy saat melakukan susur Sungai Cileungsi, Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Rudy, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan saluran pembuangan tidak kembali digunakan untuk membuang limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Selain pengawasan, Pemkab Bogor juga melakukan pengambilan sampel air di sejumlah titik. Rudy menegaskan, proses pengambilan sampel harus dilakukan oleh petugas yang memiliki sertifikasi.

“Pengambilan sampel air itu tidak bisa oleh sembarang orang. Orang-orangnya harus memiliki sertifikasi,” jelasnya.

Dalam kegiatan susur sungai tersebut, Rudy juga menemukan sejumlah titik yang sebelumnya telah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih terdapat dugaan aktivitas pembuangan limbah di beberapa lokasi tersebut.

“Ada beberapa output buangan air yang sudah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tapi beberapa hari ke belakang kita lihat masih melakukan pembuangan limbah. Itu pun laporan secara resmi kita akan sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Rudy menegaskan, Pemkab Bogor akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menangani persoalan pencemaran Sungai Cileungsi.

Di sisi lain, Pemkab Bogor mendorong perusahaan untuk melakukan pembenahan tata kelola instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Melalui DLH, pemerintah daerah menyiapkan pendampingan agar perusahaan dapat memenuhi ketentuan lingkungan hidup tanpa mengganggu keberlangsungan aktivitas ekonomi.

“Kita ingin ekonomi tetap bergerak dan tidak ada masyarakat satu pun yang dirugikan. Yang paling utama adalah ayo kita benahi bersama-sama agar Sungai Cileungsi kembali bersih,” tandas Rudy.

Ia menambahkan, pengawasan Sungai Cileungsi perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat keberadaan sungai tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Bogor dan Bekasi.

“Ini masa depan bukan hanya untuk Bogor, tapi untuk beberapa kabupaten dan kota lainnya,” pungkasnya.

Komentar