RASIOO.id – Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai kembali membuka lapak di trotoar baru Jalan Mayor Oking, tepat di sekitar Stasiun Bogor. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tengah melakukan penataan kawasan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pemerintah telah memiliki perangkat daerah seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) serta perangkat yang menangani perdagangan untuk melakukan penataan.
Menurutnya, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah ditugaskan untuk menjalankan fungsi masing-masing dalam menangani persoalan PKL.
“Kalau kucing-kucingan terus, memang tidak akan pernah selesai,” ujar Dedie, Rabu, 23 September 2026.
Dedie mengatakan, Pemkot Bogor saat ini juga tengah mempersiapkan penataan PKL di kawasan Jalan MA Salmun. Nantinya, kawasan Jalan Nyi Raja Permas hingga Jalan MA Salmun bagian atas akan menjadi lokasi penampungan PKL.
Ia menjelaskan, kondisi yang terjadi di Jalan Mayor Oking saat ini merupakan bagian dari masa transisi sehingga pemerintah masih melakukan penataan dan pendataan terhadap para pedagang.
“Kami juga sudah ada kesepakatan MoU dengan PT KAI untuk menyelesaikan relokasi PKL secara simultan saat revitalisasi area Stasiun Bogor dan Alun-Alun,” tuturnya.
Dedie meminta masyarakat, termasuk para pedagang, bersabar selama proses penataan berlangsung. Menurutnya, pemerintah perlu mencari solusi yang tetap mempertimbangkan kondisi para pedagang.
“Sabar dulu, karena yang kita hadapi ini manusia, bukan benda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah tetap menjalankan aturan, pembinaan serta penugasan kepada OPD terkait. Pemkot Bogor juga terus mencari titik temu dalam penataan PKL agar kepentingan pedagang dan penataan kawasan dapat berjalan beriringan.












Komentar