RASIOO.id – Ketiadaan mobil derek milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor saat menangani kondisi darurat lalu lintas menuai kritik dari Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Kritik tersebut muncul setelah insiden truk bermuatan 10 ton terigu mengalami rem blong hingga melintang dan menutup arus lalu lintas di flyover Jalan Martadinata, Kota Bogor, Kamis, 15 Oktober 2026.
Akibat kejadian itu, kemacetan mengular hingga kawasan Bogor Permai. Truk yang mengalami gangguan pada sistem pengereman tersebut sulit dievakuasi karena posisinya menghalangi jalan.
Jenal mengaku telah meminta ajudannya berkoordinasi dengan Dishub Kota Bogor untuk mendatangkan mobil derek. Namun, hingga beberapa waktu berlalu, armada yang dibutuhkan belum tiba di lokasi.
“Saya suruh ajudan untuk koordinasi segera ke Dishub untuk minta mobil derek, karena ini harus diderek nih dengan muatan 10 ton tadi. Karena lama, derek belum datang sampai sekarang. Katanya sih enggak ada atau di bengkel,” ujar Jenal.
Situasi tersebut membuat Jenal mengambil inisiatif menggunakan mobil off-road pribadinya yang dilengkapi alat penarik atau winch berkapasitas 10 ton. Kendaraan itu digunakan untuk menarik truk ke tepi jalan agar arus lalu lintas kembali bergerak.
Meski upaya tersebut berhasil membantu proses evakuasi, Jenal menilai kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Bogor, khususnya terkait kesiapan sarana pendukung pelayanan publik.
Ia menyayangkan tidak tersedianya mobil derek yang dapat diandalkan saat masyarakat membutuhkan penanganan cepat dalam situasi darurat.
“Gaya nekat aja sih tadi mah dengan kemampuan kami di lapangan yang memang enggak ada mobil derek. Tadi tuh enggak ada mobil derek, dan ini evaluasi buat saya untuk Dishub, kita enggak punya mobil derek, memalukan ya,” tegasnya.
Jenal menekankan bahwa pemerintah daerah harus mampu memberikan pelayanan yang siap digunakan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobil derek, tetapi juga kendaraan operasional lainnya.
“Saya rasa ini perhatian penting bahwa Pemkot harus hadir dalam kondisi apa pun, termasuk mobil derek, mobil pemadam yang layak, mobil sampah juga yang layak,” tambahnya.
Insiden di flyover Jalan Martadinata tersebut menjadi sorotan terkait kesiapan armada operasional Pemkot Bogor dalam mendukung penanganan keadaan darurat. Evaluasi diperlukan agar keterbatasan sarana tidak kembali menghambat penanganan kejadian dan memperpanjang kemacetan yang merugikan pengguna jalan.











Komentar