Pemkot Bogor Revitalisasi Pulau Geulis, 200 RTLH Jadi Sasaran dan Jembatan Diperkuat hingga 20 Ton

RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor terus melakukan revitalisasi kawasan Pulau Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah. Program ini mencakup perbaikan 200 rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembenahan infrastruktur, mulai dari jembatan hingga drainase.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan hal tersebut saat meresmikan jembatan di RW 04 Pulau Geulis pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor memberikan perhatian khusus terhadap kondisi permukiman warga Pulau Geulis sejak 2024 hingga 2025. Salah satu program utamanya yakni memperbaiki 200 rumah tidak layak huni.

“Alhamdulillah sudah 44, tinggal 156 lagi,” ujar Dedie.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bogor juga mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Dedie menilai perbaikan rumah perlu berjalan beriringan dengan pembenahan lingkungan agar warga bisa tinggal di kawasan yang lebih tertata.

“Nah, oleh karena itu sejalan dengan perbaikan rumah tidak layak huni yang juga dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, tentu lingkungannya pun harus kita perbaiki,” tuturnya.

Selain rumah warga, Pemkot Bogor merevitalisasi jembatan di kawasan tersebut menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp600 juta.

Menurut Dedie, jembatan itu terakhir kali diperbaiki pada 1985. Pemerintah kemudian melakukan pembenahan dengan memperlebar jembatan yang sebelumnya sempit serta menambahkan kanopi.

Pemkot Bogor juga membenahi jalan dengan betonisasi di sejumlah bagian dan memperbaiki saluran drainase untuk mendukung kenyamanan warga.

Meski demikian, Dedie mengakui revitalisasi kawasan tidak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran. Pemerintah akan melanjutkan perbaikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

Ia berharap revitalisasi Pulau Geulis tidak hanya memperbaiki kondisi rumah dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman Kota Bogor.

“Mudah-mudahan pusat di tengah Kota Bogor ini akan menjadi simbol toleransi, simbol kebersamaan,” katanya.

Dedie berharap penataan kawasan tersebut membuat lingkungan Pulau Geulis lebih rapi dan tertata sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

“Lebih rapi, lebih tertata, paling tidak juga bisa masyarakat lebih fokus bekerja dan bahagia,” tutupnya.

Komentar