RASIOO.id – Belajar dari insiden meninggalnya dua atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XV 2026,
Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah antisipatif yang ketat.
Pemkot Bogor memastikan kesiapan penuh tim medis dan jajaran kesehatan untuk memberikan penanganan cepat dan darurat terhadap segala potensi cedera bagi para atlet yang berlaga.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, usai memimpin rapat persiapan Porprov Jabar 2026 di Ruang Rapat Aula Bawah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin 2 November 2026.
Dalam arahannya, Dedie Rachim secara khusus menyoroti insiden tragis yang menimpa atlet selam dan pencak silat di Jawa Tengah beberapa waktu lalu agar tidak terulang di Kota Bogor.
“Betul, kita juga membahas kesiapan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, meskipun terdapat sejumlah cabang olahraga yang venue pertandingannya berada di luar wilayah Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama seluruh tim medis yang dibentuk akan tetap siaga penuh dan bertanggung jawab penuh.
Pihaknya berkomitmen memastikan penanganan medis dapat bergerak cepat apabila terjadi hal-hal darurat atau cedera pada atlet di lapangan.
Meski demikian, Wali Kota Bogor sangat berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar tanpa ada kendala keselamatan yang berarti.
“Kita tekankan semaksimal mungkin agar tidak ada atlet yang cedera, apalagi sampai kehilangan nyawa, mudah-mudahan tidak terjadi di Porprov kali ini,” pungkas dia. (Hana)











Komentar