RASIOO.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah pusat akan “mengambil alih” perbaikan 15 ruas jalan yang sudah rusak parah di Lampung dalam kurun waktu yang lama dan menganggarkan Rp800 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut.
Perbaikannya akan dimulai pada Juni karena harus dilakukan lelang terlebih dahulu.
“Secepat-cepatnya dimulai (perbaikan jalan) yang rusak. Yang kira-kira provinsi tidak memiliki kemampuan, kemudian kabupaten tidak memiliki kemampuan, akan diambil alih untuk Kementerian PU [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat], utamanya yang jalannya rusak parah,” kata Jokowi selepas meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Natar, Lampung Selatan, Jumat 5 Mei 2023.
Lalu, berapa APBD Lampung sehingga tidak mampu melakukan perbaikan infratruktur di wilayah Lampung?
APBD Lampung untuk Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp7,38 Triliun. Dari nilai total belanja Rp7,38 triliun itu, alokasi untuk belanja infrastruktur jalan hanya Rp72,44 miliar.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 38 Tahun 2022 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2023, yang diteken Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada 16 Desember 2022.
Adapun biaya jalan tercantum pada Pasal 16 ayat (d) Pergub tersebut. Subtansinya, belanja pemeliharaan jalan, jaringan dan irigasi direncanakan sebesar Rp72 miliar.
Meskipun minim dari sisi alokasi pembiayaan infrastruktur, Lampung menjadi daerah peringkat pertama peraih persentase realisasi belanja APBD nasional, dengan serapan belanja 97,25 persen dan persentase realisasi pendapatan 100,68 persen di 2022.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Rusak di Lampung ‘Diambil Alih’ Presiden Jokowi
Saat pembahasan APBD 2023, akhir tahun lalu, Pemprov Lampung sempat mengajukan pinjaman ke PT Sarana Muti Infratruktur (SMI) sebesar Rp 569 miliar untuk memperbaiki 14 ruas jalan yang tersebar di Provinsi tersebut. Namun, usulan utang itu gagal, dan perbaikan jalan direncanakan menggunakan APBD 2023.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Lampung, Febrizal Levi Sukmana, menjelaskan 14 perbaikan ruas jalan sejak awal direncanakan menggunakan pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp569 miliar. Namun, usulan utang itu gagal sehingga pembangunan jalan dianggarkan menggunakan APBD 2023 dengan anggaran sebesar Rp300 miliar.
“Kami optimalisasi dengan anggaran yang ada yang penting 14 ruas prioritas itu bisa ditangani maksimal,” kata Levi, seperti dilansir lampost, Rabu, 16 November 2022 lalu
Dia merinci 14 ruas sepanjang 280 kilometer itu terdiri dari Talang Padang – Ngarip Rp32 miliar, Ngarip – Ulusemong Rp40 miliar, Ulusemong – Tri Mulyo Rp6 miliar, Simpang Tri Mulyo – Bungin sampai Tugu Sari Rp8 miliar.
Selanjutnya ruas Kota Gajah – Simpang Randu Rp40 miliar, Simpang Randu – Seputih Surabaya Rp50,8 miliar, Seputih Surabaya – Sadewa Rp8 miliar.
“Kemudian ruas Bujung Tenuk – Penumangan Rp12 miliar, Penumangan – Tegal Mukti Rp20 miliar, Tegal Mukti – Tajab Rp40 miliar dan Tajap – Serupa Indah Rp12 miliar,” kata dia.
Lalu ruas Kota Bumi – Ketapang Rp15 miliar, Ketapang – Negara Ratu Rp15 miliar, Negara Ratu – Simpang Soponyono Rp25 miliar, Simpang Soponyono – Serupa Indah Rp15 miliar.















Komentar