RASIOO.id – Gunung Merapi kembali erupsi pada Sabtu 11 Maret 2023. Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu siang adalah yang terbesar kedua setelah erupsi yang terjadi pada 2021 silam.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan rentetan awan panas guguran hari ini tercatat sebanyak 24 kejadian yang terjadi pukul 12.12 hingga 16.00 WIB.
“Intensitas erupsi yang terjadi hari ini terhitung cukup besar, setidaknya ini terbesar kedua setelah yang terjadi pada 27 Januari 2021,” jelas Agus Budi dalam jumpa pers secara daring, Sabtu 11 Maret 2023.
Baca Juga : Dalam Sebulan, 22 Bencana Alam Terjadi di Kabupaten Bogor
Hingga Minggu pagi aktivitas merapi terus menunjukan peningkatan. Pada pukul 07.56 terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 2500 meter mengarah ke arah Barat Daya.
Asap kawah bertekenan lemah teramati berwarna putih dengan intenstitas sedang dan tinggi 30-100 me di atase puncak kawah
BPPTKG juga mencatat terjadi 4 kali guguran lava dengan jarak luncur 1500 meter ke barat daya. Awan panas guguran 41 kali dengan jarak maksimul 4000 meter ke barat daya. Suara guguran tercatat 4 kali dengan intensitas sedang dari pos babakan. Selain itu BPPTKG juga mencatat 50 kali vulkanik dalam, 6 vulkanik dangkal, 163 guguran.
Erupsi merapi membawa potensi bahaya bagi warga sekitar. Saat ini guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai boyong sejauh maksimal 5 kilo meter dan sungai Bedog, Krasak, Bebeng, sejauh maksimal 7 kilo meter.
Adapun pada sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan sungai Gendol 5 kilometer. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan diperkirakan menjangkau radius hinga 3 kilometer dari Puncak Gunung Merapi.
BPPTKG meminta masayarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di sekitar potensi bahaya. Warga sekitar merapi juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. (*)
Editor : Ramadhan






Komentar