RASIOO.id – Pengamat Politik Universitas Djuanda, Gotfridus Goris Seran menyebut sangat wajar publik menilai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Mahfud MD sebagai calon wakil presiden potensial pada Pemilu 2024 mendatang.
Salah satu faktor adalah treck record dan konsitensi Mahfud MD dalam penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi.
Namun, meski dinilai sangat layak, ‘nasib’ Mahfud MD mendapat tiket cawapres sangat bergantung pada kekuatan koalisi parpol. Apalagi, pengalaman Pilpres 2019 lalu, posisi Mahfud MD untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres digeser oleh keinginan para petinggi parpol mengusung KH Ma’ruf Amin.
“Sejumlah kalangan menilai Pa Mahfud MD sebagai figur yang potensial dinominasikan menjadi Cawapres dalam Pemilu 2024. Nominasi Cawapres ini dapat dilihat dalam peta kekuatan dan konstelasi kontestasi Capres,” kata Seran dalam keterangan tertulisnya kepada rasioo.id, Rabu 12 April 2023.
Baca Juga : Mahfud MD dinilai Cawapres Potensial untuk Pemilu 2024
Seran menilai, peta politik mutakhir mengerucut pada paling tidak tiga kekuatan. Kekuatan pertama sudah ada Anies Rasyid Baswedan sebagai Capres dari Koalisi Perubahan yang diisi Partai Nasdem, PKS, dan Demorat.
Kekuatan Kedua mengemuka Koalisi Kebangsaan (hasil perkawinan KIB dan KIR) yang mengusung Capres Prabowo Subianto. Koalisi besar ini terdiri dari Gerindra,PKB, Golkar, PAN, dan PPP.
Adapun kekuatan ketiga PDIP yang masih “wait and see” untuk menentukan siapa figur yang akan diusung sebagai capres, apakah Ganjar Pranowo atau Puan Maharani.
“Akan tetapi taruhlah Puan Maharani sebagai Capres,” katanya.
Kemungkinan lainnya, PDIP “welcome” terhadap Koalisi Kebangsaan. Namun, kemungkinan ini terbilang agak rumit mengingat Prabowo sudah diusung sebagai Capres dari Koalisi Kebangsaan.
“Ini yang menjadi faktor pengganjal, sehingga mengerucut menjadi tiga kelompok kekuatan tadi,” imbuhnya.
Seran mengatakan, dengan demikian potensi Cawapres Mahfud MD diletakkan dalam peta kontestasi antar tiga kelompok kekuatan.
“Muncul pertanyaan, apakah Pa Mahfud MD berpotensi diusung untuk digandengkan dengan ARB (Anies) dari Koalisi Perubahan, atau dengan PS (Prabowo) dari Koalisi Kebangsaan, atau dengan PM (Puan) dari PDIP? Jawabannya “Sulit”. Khawatir Pa Mahfud MD menjadi semacam Cawapres PHP, yang dalam Pemilu 2019 lalu mau digandengkan dengan Pa Jokowi,” katanya.
Baca Juga : Survei Cawapres LSI Terbaru, RK 19,2 %, Sandi 18,9 %, Erick 13,0 %, Tidak Tahu 23,1 %
Seran menambahkan, gebrakan Mahfud MD yang mendobrak dari dalam pemerintahan untuk membongkar korupsi dipandang dari luar sebagai sesuatu yang baik dan mendorong menaikkan elektabilitasnya.
“Dalam hal ini, Pa Mahfud MD yang berani dan tegas dinilai figur yang proper menjadi Cawapres. Akan tetapi apa yang dilakukan Pa Mahfud MD belakangan ini dianggap kontraproduktif terhadap oligarki yang sedang berkuasa, dan itu ada pada Kekuatan Koalisi Kebangsaan dan PDIP,” paparnya.
Lalu bagaimana jika dipasangkan dengan Anies?
“Saya kira gebrakan Pa Mahfud MD mendobrak dari dalam ini senapas dengan semangat perubahan dan perbaikan yang diusung Koalisi Perubahan, akan tetapi “sulit” karena potensi Cawapresnya sudah digadang-gadang mengerucut pada AHY figur yang bisa menarik dukungan dari kalangan muda pembawa perubahan atau KIP (Khofifah) figur yang menaikkan dukungan elektoral dari Jawa,” katanya
Khofifah Indar Parawansa memang masuk dalam radar cawapres koalisi perubahan untuk menarik dukungan masyarakat jawa, mengingat lebih dari 50 persen pemilih ada di Jawa, sehingga siapa yang menguasai Jawa berpotensi memenangkan pemilu.















Komentar