RASIOO.id – Tren memasukkan anak ke dunia politik sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan politisi tingkat pusat maupun daerah. Tak sedikit politisi memproyeksikan anaknya untuk meneruskan jejak politik dengan memanfaatkan pengalaman, jejaring dan karir politik yang sudah dibangun.
Presiden misalnya, dari masa ke masa, para Presiden Indonesia hampir semuanya menerjunkan anaknya ke dunia politik. Hal serupa juga terjadi di tingkat Provinsi, semisal Keluarga Ratu Atut Choisiyah di Banten. Sementara di Bumi Tegar Beriman, keluarga Rachmat Yasin yang sebagian besar berkakrir di dunia politik.
Selain itu, Ketua DCP PAN Kabupaten Bogor Arif Abdi yang mensukseskan puterinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor. Teranyar, Ketua DPC Partai Gerindra yang juga Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan baru-baru ini memproyeksikan anaknya menjadi politisi.
Nurunnisa Setiawan, anak perempuan Iwan Setiawan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra.
Ia bakal berkontestasi di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Bogor di Partai yang diketuai ayahnya.
Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk Usep Supratman, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor yang juga Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor. Usep malah tidak ingin memaksakan anaknya menjadi politisi.
“Kalau yang lain silahkan saja, kalau saya engga,” kata Usep Jumat 28 April 2023.
Ini Susunan Dapil Kabupaten Bogor di Pemilu 2024, Jatah Kursi Dapil 1 dan 4 Berkurang
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor itu membiarkan anaknya memilih sesuai dengan keinginan anaknya, meski anaknya sudah cukup umur untuk mencalonkan sebagai caleg.
“Kalau saya melihat kemampuan anak itu sendiri, hobby nya kemana. Pak iwan juga sama mungkin karena anaknya suka (politik), ya silahkan,” papar dia.
Meskipun, ia memiliki anak yang sering mengikuti dan membantunya saat kampanye, tapi Usep tidak ingin terburu-buru dan memaksakan anaknya untuk jadi seorang politisi.
“Walaupun anak saya dari dulu mulai dari kampanye pun ikut, tapi biarkan dia belajar dulu lah,” papar Usep.
“Kalau dia punya suaminya melarang, saya sudah serahkan haknya ke suaminya. Kalau dianya mau (nyaleg) ya silahkan,” tutup Usep















Komentar