RASIOO.id – Mantan terpidana kasus korupsi, Mochtar Mohamad dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI di daerah pemilihan (dapil) V Kabupaten Bogor. Kabar tersebut tersiar dari pengumuman di media massa terkait statusnya sebagai mantan terpidana kasus korupsi dan akan maju pada Pileg 2024.
Mochtar Mohamad merupakan mantan Walikota Bekasi periode 2008-2012 yang telah bebas dari jeratan hukum sejak 2015 lalu.
“Sejak tanggal 20 Juni 2015 telah dinyatakan bebas murni,” kata Mochtar Mohamad dalam keterangannya, yag dipublis disalah satu media cetak. Pengumuman tersebut tersebar di media sosial.
Kader PDI Perjuangan itu kini telah memenuhi syarat menjadi wakil rakyat DPR RI di dapil Kabupaten Bogor.
“Kini saya adalah bakal calon anggota DPR RI untuk pemilu 2024 di dapil Kabupaten Bogor,” papar dia.
Baca Juga : Hilal Putusan MK Soal Sistem Pemilu 2024 Belum Tampak, Parpol di Bogor Tunda Daftar Caleg ke KPU
Dalam keterangan tersebut, Dia juga berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan tidak terpuji itu jika dipercaya sebagai wakil rakyat.
“Saya berjanji tidak akan mengurangi kembali di masa yang akan datang,” papar dia.
Diketahui, Mochtar Muhammad terbukti melakukan korupsi perkara suap anggota DPRD Bekasi sebesar Rp 1,6 miliar dan menyalahgunakan anggaran makan-minum sebesar Rp 639 juta untuk memuluskan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi tahun 2010.
Mochtar juga dinyatakan terbukti memberikan suap sebesar Rp500 juta untuk mendapatkan Piala Adipura 2010 serta menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan senilai Rp 400 juta agar mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian.
Mochtar Mohamad dijatuhkan hukuman selama selama 6 tahun penjara denda Rp300 juta pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp 639 juta.
Pada Pilkada Bekasi 2018, Mochtar Muhammad juga mencalonkan dirinya menjadi calon Wali Kota Bekasi. Dia mendapat dukungan penuh dari DPC PDIP Kota Bekasi. Namun, jelang masa pendaftaran PDIP batal mengusung Mochtar Muhammad karena tidak mendapat restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.















Komentar