RASIOO.id – Perebutan Kursi DPR RI Dapil Jabar V Kabupaten Bogor terus mendebarkan dada. Sebab, dua Incumbent berpotensi tidak masuk parlemen untuk DPR RI periode 2024-2029.
Dari laman https://pemilu2024.kpu.go.id, per Senin 19 Februari 2024 pukul 20:00 suara masuk sudah 61,18 persen dengan total TPS 9316 dari 15228 yang tersebar di Kabupaten Bogor.
Pantauan RASIOO.id, dengan perhitungan Metode Sainte-Laguë, sebuah sistem perhitungan matematika yang diperkenalkan oleh Andre Sainte-Laguë pada tahun 1910, yang kembali digunakan untuk pembagian kursi DPR RI di Pileg 2024. Ada 8 Kursi yang dibilang sudah aman.
Kursi pertama didapati oleh partai Gerindra dengan suara partai 218.031. Kursi pertama ini dipegang oleh Fadli Zon dengan suara 61.065.
Kursi kedua diraih oleh Partai Golkar dengan suara partai 190.124. Kursi kedua itu diduduki Ravindra Airlangga dengan perolehan suara 69.142.
Kemudian, kursi ketiga diduduki oleh caleg dari Partai PKS dengan suara partai 148.595. Kursi ketiga ini diduduki sementara oleh Achmad Ruyat dengan suara paling tinggi diantara caleg lainnya, yakni 39.064 suara.
Kursi keempat diraih oleh Partai PKB dengan raihan suara 112.111 dan diduduki oleh Tommy Kurniawan sebagai caleg dengan surat tertinggi di partainya yakni 46.095 suara.
Di bangku kelima ada PDIP dengan suara partai 102.902 dan diduduki oleh Incumment Adian Napitupulu dengan suara 36.247, tertinggi dari caleg satu partai dengannya.
Kursi keenam diduduki oleh Partai PAN dengan suara partai sebanyak 98.947 suara dan diisi oleh Incumment Primus Yustisio dengan suara tertinggi di partainya, yakni 56.924 suara.
Kursi ketujuh didapati oleh partai NasDem dengan raihan suara partai sebanyak 86.544. Sementara Caleg yang menduduki kursi ketujuh itu merupakan orang baru yang nyaleg di DPR RI, yakni Asep Wahyuwijaya dengan suara tertinggi dari caleg lain yakni sebanyak 29.543.
Suara kedepan diisi kembali oleh Partai Gerindra, dengan Metode Sainte-Laguë, suara Gerindra kembali menduduki kursi keduanya di urutan ke delapan dengan raihan suara partai yang dibagi 3 dengan kursi pertama atau sebanyak 72.677 dari suara Kursi pertama 218.031.
Kursi ini didapati oleh MARLYN MAISARAH karena merupakan caleg dengan suara terbesar kedua setelah Fadli Zon yakni sebanyak 30.537. Marlyn menggeser Incumment Mulyadi yang hanya mendapatkan 29.279 suara.
Perebutan Kursi 9
Di kursi sembilan ini, menjadi ajang rebutan tiga partai yakni PPP, Golkar dan Demokrat. PPP bisa saja mendapatkan suara terakhir karena memiliki suara 70.867.
Suara PPP, untuk sementara menjadi suara terbesar kesembilan di Kabupaten Bogor yakni sebanyak 70.867. Namun, suara partai secara nasional, PPP masih belum memenuhi Presidential Threshold yang mewajibkan suara partai 4% secara nasional. Berdasarkan beberapa survei, suara PPP masih di bawah ambang batas minimum untuk bisa masuk parlemen.
Kalau saja PPP saat penetapan resmi di KPU memiliki Presidential Threshold minimal 4%, di Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin akan kembali masuk ke Senayan karena memiliki suara unggul dari caleg satu partai dengannya yakni sebanyak 44.946 suara.
Kemungkinan kedua yakni Demokrat, suara partai Demokrat sementara ini masih di bawah suara partai PPP. Suara partai Demokrat di Kabupaten Bogor sebanyak 69.432, hanya selisih sedikit dengan PPP.
Jika PPP tidak masuk Presidential Threshold, maka Demokrat lah yang akan mengganti kursi PPP di Parlemen. Dan kursi itu akan diduduki Incumment Anton Suratto karena memiliki suara terbanyak dari caleg lain di partainya yakni sebanyak 22.130.
Namun sayangnya, kedua partai Perebutan Kursi kesembilan itu akan sedikit sulit karena kehadiran partai Golkar.
Partai Golkar berpotensi meraih dua kursi karena kursi kedua partai Golkar ini hanya selisih sedikit dengan kedua partai PPP dan Demokrat itu, yakni sebanyak 63.375. Melihat statistik dari laman KPU, partai Golkar terus menunjukan kenaikan yang signifikan, sehingga mengancam PPP dan Demokrat untuk kembali Duduk di Kursi parlemen.
Jika partai Golkar bisa mengungguli kedua partai tersebut, maka yang berhak menduduki kursi kesembilan itu yakni Apriayadi Malik dengan raihan kursi terbanyak kedua setelah Ravindra Airlangga yakni 47.017 suara.
Namun, hitungan-hitungan di atas merupakan hitungan sementara. RASIOO.id akan terus mengupdate kerbaruan data.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar