Oleh : Rina Maenatul M
(Mahasiswa Pascasarjana IAIN Lariba Bogor)
Dosen Pengampu : Dr. Mahmudi
Dalam dunia pendidikan, kita semua pasti sudah tidak asing dengan istilah “Kurikulum”. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 pasar 1 Butir 9 Kurikulum adalah Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, Sedangkan Pengembangan Kurikulum Agama Islam sebagaimana yang diutarakan oleh Abdul Munis dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran Agama Islam berbasis Kompetensi, adalah suatu rumusan tentang tujuan, materi, metode, dan evaluasi pendidikan yang bersumber pada ajaran agama Islam.
Kurikulum salah satu bentuk cara untuk menuju inovasi dalam lembaga formal karena kurikulum adalah aspek dalam peningkatan kualitas pendidikan. Berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam, kurikulum yang dinilai berhasil dalam lembaga resmi dan memenuhi esensi pembelajaran agama adalah kurikulum yang bermuatan menyeluruh dan menggabungkan aspek-aspek yang ada, yang meliputi pengetahuan yang diperlukan dalam mencapai kebahagiaan jasmani dan rohani dalam aktualisasi diri di masyarakat.
Adanya perubahan dalam bidang kurikulum PAI bertujuan untuk meningkatkan kemampuanmurid baik dalam aspek akademik maupun keterampilan. Dalam era perkembangan zaman, peserta didik dituntut agar dapat bersaing dengan para lulusan-lulusan sekolah lain, sehingga kurikulum PAI juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa dalam rangka mempersiapkan persaingan dalam dunia kerja.
Upaya meningkatkan sistem pendidikan, Islam hendaknya mempunyai prinsip yang teguh agar kurikulum mempunyai kemanfaatan untuk masyarakat. Prinsip kurikulum meliputi prinsip filosofis, sosial, budaya, kejiwaan.Kemajuan pengetahuan teknologi adalah untuk menyempurnakan beberapa prinsip diatas seiring dengan pengaturan yang baik.
Dalam pembelajaran PAI hendaknya perlu ada inovasi-invasi baru dalam strategi pembelajaran seperti penggunaan media teknologi informasi, Handphone misalnya yang dapatdimanfaatkanuntuk mencari informasi yang dibutuhkanuntuk mendukung materi pembelajaran.
Dalam internet dapat ditemukan berbagai macam artikel yang terkait dengan tema tertentu yang hal tersebut akan menambah wawasan peserta didik karena dapat membaca banyak informasi dan teori-teori pendidikan walaupun tanpa membeli buku secara langsung di toko buku. Hal ini sebenarnya sangat efisien untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan catatan media teknologi tersebut dipergunakan dengan semestinya dan dalam kapasitas yang wajar.
Kita tahu, Perubahankurikulum saat ini salah satu wujud dari inovasi untuk menyempurnakan sistem yang terbaik dan tepat dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional yang diterapkan melalui Lembaga-lembaga Pendidikan, akan tetapi yang perlu menjadi perhatian adalah mengapa kurikulum tersebut sering berganti, sehingga seperti bongkar pasang dan uji coba, namun belum bisa menunjukan hasil yang baik dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang menjadi pertanyaan adalah apakah perubahan tersebut karena memang murni secara substansi sebagai penyesuaian kurikulum karena tuntutan zaman ataukah karena pergantian kebijakan akibat beda kepemimpinan.
Kenyataannya yang sekarang terjadi adalah bahwa kurikulum tersebut berganti seiring dengan pergantian menteri akan tetapi ketika pergantian menteri tersebut justru hakikatnya telah terjadi inovasi dalam kurikulum. Mengapa? karena ketika menteri yang baru akan mengganti kurikulum, maka menteri tersebut harus melakukan evaluasi terhadap baik dan buruknya kurikulum yang sedang dilaksanakan.
Sehingga, ketika pemerintah sudah melakukan evaluasi, maka akan teridentifikasi kelemahan dan kelebihan suatu kurikulum dan tentu akan dapat solusi terbaik dalam menutup kelemahan-kelemahan itu.
Fenomenanya adalah bahwa kelemahan yang timbul akan penerapan suatu kurikulum adalah bahwa sekolah yang telah memakai kurikulum tertentu para lulusannya tidak bisa bersaing dengan perkembangan zaman dan keadaan sosial yang semakin berkembang. Hal itu berarti, pergantian kurikulum karena pergantian menteri itu merupakan hal yang berbanding lurus dengan tuntutan perkembangan zaman. Ketika zaman yang semakin maju, yang sekarang sering disebut dengan zaman 4.0 harusnya dilembaga pendidikan menggunakan kurikulum yang membuat anak didik menjadi lebih aktif sehingga dapat meningkatkan daya intelektual, kreatifitas, dan ketrampilan yang semua hal tersebut berguna bagi kehidupan sosial untuk menjawab tantangan dunia kerja. Sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman4.0.
Pendidikan seyogyanya dapat mencetak anak bangsa yang produktif, imajinatif, inventif. Wacana tersebut merupakan hal yang harus diwujudkan dengan memaksimakan kecanggihan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang seharusnyadapat menciptakan lulusanyang mebawa manfaat bagi perubahan zaman agar ada suatu peningkatan mutu alumni dari sekolah sehingga dapat bersaing pada zaman modern sebagai tenaga profesional.
Dalam relevansinya pembelajaran PAI dalam tingkat SD untuk menghadapai revolusi industri 4.0 adalah pembelajaran PAI harus lebih menyenangkan, kreatif, dan inovatif, serta mampu mengahsilkan lulusan yang kompetitif.Pembelajaran PAI bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya pandai dalam intelegensi umum, tapi juga peserta didik yang mempunyai akhlak yang bagus. Untuk dapat bersaing dengan revolusi industri 4.0 maka para lulusan dari sekolah dasar harus mampu memahami intelektual materi secaraakademis dan berperilaku yang baik tentunya sesuai dengan ajaran agama Islam.
Telah tiba waktunya melepaskan sistemyang biasanyamengedepankan pembelajaran yang monoton atau hanya ceramah. Cara belajar kita harus mulai dirubah menjadi pembelajaran yang menarik sehingga lebih menjadikan peserta didik lebih aktif. Sikap tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi arus perubahan IPTEK.
Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa ciri pendidikan modern adalahbercirikan kreatif, berfikir kritis, komunikatif, dan kolaborasi.Manfaat blended learninglebih efektif daripada hanya belajar tatap muka atauhanya belajar secara online. Blended learning dapat meningkatkan hasil belajar, Blended learning dapat menjadi cara yang tepat untuk memperpanjang waktu belajar sehinggamahasiswa dapat mencapai standar kesiapan di perguruan tinggi dan dunia kerja.
Blended learning dapat memungkinkan siswa memperoleh literasi digital dan keterampilan belajar online. Blended learning dapat dijadikan cara yang tepat untuk menutupi pembelajaran yang tidak dapat dihadiri secara tatap muka. Blended learning dapat membuat tugas menjadi lebih menarik dan fleksibel. Blended learning dapat memungkinkan untuk dilakukan pemantauan kemajuan siswa secara lebih mudah.Aturan pembelajaran memerlukan pembaruan sebagai upaya menjawab tantangan perkembangan zaman. Salah satu upaya pemerintah dalam menjawab tantang tersebut adalah dengan budaya membaca dan memperkuat kemampuan menulis yang bertujuan pada kemampuan menulis online, kemampuan menulis teknologi, dan kemampuan menulis sosial.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI bertujuan untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing dengan perkembangan zaman. Tak hanya itu, kurikulum PAI bertujuan untuk membentuk karakter pribadi yang tangguh secara intelektual dan secara spriritual. Tangguh secara intelektual artinya adalah bahwa mempunyai pemahaman dan kemampuan yang tinggi akan suatu kompetensi tertentu sesuai dengan spesifikasi keilmuan yang ditekuni sebagai bahan untuk masuk kedunia kerja, sedangkan tangguh dalam spiritual adalah mempunyai kesalehan pribadi dalam megerjakan ajaran agamanya sebagai bekal untuk aktualisasi diri dalam lingkungan sosial. Spiritual ini diharapkan bisa menjadi bangunan yang kuat dalam diri individu dan dapat sebagai filteryang melindungi individu dari perilaku yang tidak sesuai dengan aturan.









Komentar