RASIOO.id – Puncak World Food Safety Day (WFSD) 2023 atau peringatan hari keamanan pangan dunia diadakan oleh Badan Pangan Nasional di IPB International Convention Center, pada Rabu, 7 Juni 2023. Kegiatan ini pun diisi dengan menggelar seminar, workshop, pameran buah dan sayur nusantara serta olahan makanan aman.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo beserta jajaran dan Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim pun secara simbolis membuka puncak peringatan WFSD 2023 dengan penekanan tombol.
Arief Prasetyo mengatakan, menurut WHO terdapat rata rata 1,6 juta orang sakit setiap hari akibat pangan tidak aman yang menjadi penyebab 200 penyakit mulai dari diare hingga kanker.
Baca Juga: Dedie Rachim Minta Penambahan 2 Koridor Baru BisKita di Kota Bogor
Hal ini menjadi perhatian serius negara-negara di dunia dan pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam menjamin keamanan pangan.
“Salah satunya dengan menerapkan standar keamanan pangan yang kuat dan standar keamanan pangan sangat penting melindungi konsumen tapi juga untuk membantu produsen memperoleh akses pasar yang lebih luas,” kata Arief Prasetyo dalam rilisnya yang diterima rasioo.id pada Jumat, 9 Juni 2023.
Pemerintah Indonesia melalui badan pangan nasional/National Food Agency (NFA) sesuai amanat peraturan presiden 66 tahun 2021 memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan, mutu, gizi, label dan iklan pangan segar, termasuk di dalamnya perumusan standar regulasi teknis, pedoman, code of practices, dan SNI.
Untuk pengawasan produk yang sudah beredar, dilakukan dengan meningkatkan pelaksanaan rapid test pengujian kandungan cemaran residu pestisida dan formalin pangan segar di pasar tradisional, dan modern, untuk mengukur dan melakukan pengecekan label pangan segar.
Baca Juga: Peringati Ulang Tahun Raja Charles III, Dedie Rachim Temanin Kedubes Inggris di Bogor
Sedangkan penerapan standar keamanan pangan, bagi produk yang belum beredar, dilakukan melalui penerbitan izin dan sertifikat.
Kegiatan puncak hari keamanan pangan nasional ini diikuti oleh 514 kabupaten kota dari 38 provinsi di Indonesia.
“Sehingga kita juga berterimakasih kepada pak Wakil Walikota Bogor karena memberikan kesempatan kita untuk merayakan bersama sama di Kota Bogor,” katanya.
Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim mengajak untuk menciptakan pangan yang aman dan sehat sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang sehat dan aman.
Pada tahun 2015, Kementerian kesehatan melalui Balai penelitian dan pengembangan kesehatan melakukan penelitian Kohort selama lima tahun di Kota Bogor sejak tahun 2015 hingga 2020.
Baca Juga: Dedie Rachim Lepas Tim Futsal Excellent Kota Bogor Berlaga di Liga Nusantara
Dari hasil penelitian itu lanjut Dedie Rachim ada empat penyakit yang rata rata diderita oleh warga Kota Bogor diantaranya adalah hipertensi, diabetes, jantung dan stroke.
“Dari hasil penelitian ini ditemukan fakta bahwa rata-rata mereka ini yang selalu mengkonsumsi minuman saset atau kemasan yang mengandung kadar gula yang tinggi, dan hasil lainya adalah rata – rata mereka keluarga pra sejahtera yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur karena berbagai hal,” beber Dedie Rachim
Sesuai dengan tema dan rangkaian kegiatan Peringatan hari keamanan pangan dunia 2023 di Kota Bogor dengan tema if it is not safe it is not food, keamanan pangan tanggung jawab bersama, Dedie Rachim mengajak agar seminar dan workshop puncak kegiatan peringatan hari keamanan pangan dunia bisa menciptakan dan memberikan rekomendasi, solusi jangka pendek dan menengah.
“Semua itu bertujuan agar masyarakat bisa mengakses pangan aman dan sehat tapi juga terjangkau,” ungkap Dedie Rachim.
Di Kota Bogor pemberian makanan yang aman dan sehat kepada masyarakat sudah dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor melalui urban farming dan pertanian yang dilakukan oleh KWT atau KTD dan juga oleh warga masyarakat di rumah masing-masing.















Komentar