RASIOO.id – DPRD Kabupaten Bogor kembali membalas ucapan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan soal kritikan jalan rusak kepadanya. Saling adu argumentasi eksekutif-legislatif terus berlanjut karena banyaknya jalan rusak jelang Iwan lengser.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi Golkar, Ridwan Muhibi menyebut, kritikan yang ia ungkapkan sebelumnya merupakan hasil dari pengawasan terhadap proyek pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan perencanaan.
Oleh karenanya, ia meminta Iwan Setiawan turun langsung ke lapangan agar bisa melihat langsung hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh anak buahnya.
“Dewan adalah fungsinya pengawasan, budgeting dan legislasi. Kita sampaikan ke pemerintah bahwa di lapangan banyak jalan yang rusak, bukan (soal kesepakatan APBD) itu maksud kita,” kata Ridwan Muhibi, Minggu 11 Juni 2023.
“Kita ingin bersama-sama mengingatkan kepada pemerintah terkait infrastruktur jalan ya harus dimaksimalkan karena banyak pekerjaan yang tidak tuntas,” lanjut Riwan Muhibi.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari dapil IV itu pun mencontohkan jalan rusak karena perencanaan dan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama dalam APBD.
“Seperti jalan yang abdul fatah (Tenjolaya), betonisasi tidak tuntas karena faktor pengawasan. Makanya saya memberikan informasi kepada pemerintah jangan dewan tidak boleh mengkritisi, tidak ada rumusnya,” papar dia.
Sebelumnya, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku, anggota DPRD Kabupaten Bogor tidak pantas untuk mengkritik kinerjanya soal pembangunan jalan.
Sebab, kata dia, baik atau buruknya pembangunan daerah, merupakan hasil kerjasama antara eksekutif dan legislatif yang sudah disepakati bersama.
“Ga boleh.Dewan itu ga boleh mengkritik. Kita bekerja berdasarkan pedoman, pedoman kita RPJMD. RPJMD itu berdasarkan kesepakatan Bupati dan Dewan,” kata Iwan, Rabu 7 Juni 2023.
Termasuk, lanjut dia, mengkritik soal pembangunan infrastruktur jalan. Sebab, Iwan mengaku segala kesepakatan pembangunan infrastruktur, sudah bahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD).
“Terus pembangunan infrastruktur itu kesepakatan Bupati dan Dewan di dalam R-APBD. Kalau teman-teman ini mengkritik sama dengan mengkritik dirinya sendiri,” papar Iwan.
Ia menyebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor yang mengkritik, mestinya disampaikan dalam pembahasan RAPBD tersebut. Sebab, lanjut dia, jika sudah menjadi prodak APBD, sudah menjadi tanggung jawab bersama.
“Kalau mau perang itu di RAPBD, kalau sudah jadi, pahit manis telan berdua. Jangan sampai pas diketuk palu masalah (disalahkan) kita, ga bisa,” papar dia.
“Prodak APBD itu adalah hasil pembahasan bersama, Dewan dan Bupati,” lanjut Iwan.
Ungkapan itu ia sampaikan setelah mendengar sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor meluapkan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pemerintah daerah menjelang lengsernya Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Kekecewaan itu terlihat dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor daerah pemilihan (dapil) IV, Ridwan Muhibi. Ia menilai, Iwan Setiawan belum maksimal dalam merealisasikan janji-janjinya.
Ia mengingatkan kepada Iwan Setiawan agar tidak hanya mengklaim hasil kinerja selama masa jabatannya yang selalu dibangga-banggakan di media sosial, tapi juga harus melihat langsung ke lapangan agar tidak malu melihat kenyataan.
“Ya belum maksimal (visi-misi nya), karena itu tadi, harus turun ke bawah jangan hanya duduk di meja,” tegas Ridwan Muhibi, Jumat 26 Mei 2023 lalu.
Terlebih, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Bogor.
“Plt harus turun lihat ke lapangan, lihat banyak jalan-jalan yang rusak,” cetus dia.
Ia bahkan menyebut, tidak sedikit jalan rusak dan hancur di dapilnya. Kendati sudah disampaikan beberapa kali ke dinas terkait, namun pemerintah daerah dinilai acuh terhadap masukan-masukan yang bersumber dari masyarakat tersebut.
“Parah, apalagi dapil saya, parah itu. Jalan Abdul Fatah itu jalan nama pejuang, tetapi sampai hari ini rusak parah. Penghargaan terhadap pahlawan itu tidak ada. Makanya saya katakan perlu dievaluasi itu kinerjanya PUPR,” tegas dia
“Itu kan Abdul Fatah kan pahlawan, tapi jalannya rusak, kaya kubangan kerbau,” lanjut dia.
Sehingga, ia prihatin kepada Iwan Setiawan yang selalu membangga-banggakan kinerjanya di Media sosial, tapi tidak melihat kondisi nyata yang ada di lapangan.
“Makanya kami sampaikan evaluasi itu kepala Dinas PUPR. Plt nya juga jangan duduk di meja, harus turun ke lapangan,” tutup dia.















Komentar