Soroti Perbaikan Sarpras Sekolah, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Hal Ini Kepada Pemkot

RASIOO.id – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menghadiri tasyakuran yang digelar kepala sekolah, jajaran guru, komite sekolah dan LPM se-Bogor Utara atas rampungnya rehabilitasi SDN Bantarjati VI Kota Bogor, akhir pekan lalu.

Pada momen tersebut, Akhmad Saeful Bakhri merasa bersyukur atas selesainya perbaikan SDN Bantarjati VI.

Ia berharap, perbaikan sarana dan prasarana ini dapat meningkatkan para siswa dan guru dalam meningkatkan proses belajar mengajar.

Baca juga : Partai Demokrat Pastikan PAW Dodi Setiawan yang Eksodus ke NasDem, Ini Sosok Penggantinya di DPRD Kota Bogor

“DPRD sangat mengapresiasi langkah Dinas pendidikan yang gerak cepat untuk melakukan pendataan sekolah yang perlu perbaikan untuk segera diintervensi perencanaan dan pembangunannya,” ujar Akhmad Saeful Bakhri.

Pria yang lahir dan tumbuh di lingkungan pendidikan ini pun menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor terus mendukung dan mendorong adanya perbaikan unit sekolah di Kota Bogor.

Hal itu dibuktikan, dengan sidak yang dilakukan Komisi IV DPRD Kota Bogor yang konsisten dilakukan sejak awal tahun.

Baca juga : Lestarikan Budayaan Sunda, DPRD Kota Bogor Sahkan Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah

“Setiap ada aspirasi, langsung kita turun dan tindak lanjut ke Disdik untuk segera diusulkan dianggaran APBD,” tegas ASB, sapaan karibnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan telah melakukan perencanaan pembangunan yang inovatif terkait tampilan arsitektur bangunan dan penataan lanscape kawasan sekolah dengan melihat kondisi lahan yang ada.

Hal itu bisa kita lihat, lanjut ASB dari pemasangan atap. Saat ini, bahan material yg dipergunakan memakai PVC bukan Gypsum.

Baca juga : Perlindungan Anak Jadi Fokus Utama, Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Bakal Paripurnakan Perda KLA

“Dari segi kekuatan akan tahan lama karena tidak mudah pecah, penampilannya pun akan menambah estetika ruangan dan anti rayap dan air, serta tidak perlu ada biaya pemeliharaan pengecatan,” jelasnya.

Selain itu, kata ASB, inovasi perencanaan pada struktur bangunan sekolah kali ini terlihat juga pada lantai yang mengunakan granit bukan keramik pada umumnya.

“Semakin elegan dan membuat ruang kelas lebih nyaman dan tentunya dapat mengurangi hawa panas sampai 15 persen,” kata ASB.

Baca juga : Sambangi Kementerian Sosial RI, Komisi IV DPRD Kota Bogor Sampaikan Laporan Aspirasi Masyarakat Terkait Bansos

Pihaknya mengapresiasi angkah-langkah yang dilakukan Disdik melalui bidang sarprasnya pada tahun ini yang sudah melakukan pendataan terkait kondisi sekolah yang sebagian besar telah mengalami kerusakan baik rusak berat dan ringan dengan melihat skala priortitas dengan menilai dari faktor usia dan keselamatan siswa tentunya.

Belum lagi, sekolah yang prasarananya belum sesuai standar Permendiknas nomor 24 tahun 2007 ini harus menjadi perhatian bersama.

“Pembangunan, kearah bangunan bertingkat dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan adalah solusi perencanaan pendidikan,” tutup dia. (*/tq)

Komentar