Polisi Siap Tebus Pilot Susi Air yang Sudah 4 Bulan Disandera KKB Papua

 

RASIOO.id – Pemerintah dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia masih belum berhasil membebaslan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens (37) yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya.

Kabar terbaru, Polri bersedia membayar uang tebusan setelah KKB memberikan batasan waktu negosiasi terkait pembebasan pilot Susi Air yang telah 4 bulan disander tersebut paling lambat, Sabtu 1 Juli 2023.

Berdasarkan informasi yang beredar, jika negosiasi kelompok Egianus tidak terpenuhi, mereka mengancam akan melukai pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.

Merespons hal tersebut, Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip.

“Terkait dengan KKB, Polri masih terus melakukan negosiasi dan sampai sekarang masih tetap berlangsung,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, saat diwawancara salah satu televisi nasional, Jum’at 30 Juni 2023.

Baca Juga : Wacana Pengembalian Kewenangan SMA ke Kabupaten Kota Sudah Bergulir Sejak 2018, Terealisasi Baru di Papua

“Kita siap apa yang diusulkan mereka,” katanya. KKB Papua dikabarkan meminta tebusan berupa uang sebesar Rp 5 miliar untuk membebaskan Kapten Philip.

Menurut Benny, atas alasan kemanusiaan, uang tebusan tidak menjadi masalah. Dia juga mengatakan, berdasarkan video dan foto yang beredar, pilot Susi Air yang disandera KKB itu masih dalam kondisi hidup dan kesehatannya mulai menurun karena empat bulan sudah berada di lokasi penyanderaan.

Lalu, apakah polisi telah mengetahui titik lokasi penyanderaan tersebut?. Benny mengatakan, tim gabungan TNI-Polri terus melakukan upaya untuk melakukan pengejaran. Dia tidak bisa menyampaikan secara rinci apa saja yang telah dilakukan tim di lapangan.

“Untuk lokasi, tidak bisa kami sampaikan disini. Karena mereka (KKB) juga berpindah-pindah,” katanya.

Benny menambahkan, upaya pengejaran tetap dilakukan. Tim di lapangan juga terus membangun komunikasi agar KKB mau dengan segera membebasakan sandera.

Komentar