21 Rumah di Lawang Gintung Bogor Rusak Imbas Proyek Underpass Batutulis, Dedie Rachim Minta Lurah Segera Advokasi Warga

RASIOO.id – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim angkat suara terkait 21 rumah warga di Gang Dalam, RW 08, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat yang rusak imbas proyek pembangunan penataan kawasan Stasiun Batutulis.

Meski belum mendapatkan laporan secara resmi, Wakil Wali Kota Bogor itu meminta Lurah melakukan advokasi atas permasalahan ini.

“Saran saya dilakukan advokasi melalui Lurah, nanti disampaikan ke Balai Besar Perkeretaapian Jabar,” kata Dedie Rachim, Rabu 2 Agustus 2023.

Baca Juga: Pesta Siaga Serbukatif di Kota Bogor, Dedie Rachim Ingin Kenalkan Kembali Nilai-Nilai Luhur Pramuka

“Bagaimana nanti solusinya dan langkah-langkah yang bisa diambil oleh Balai Besar, karena kan tanggungjawab dari pelaksanaan proyek ada di Balai Besar Perkeretaapian Jabar,” sambung dia.

Adapun, menurut dia, advokasi yang dilakukan melalui Lurah, yakni pihak kelurahan membuat semacam pendataan terkait permasalahan ini.

“Nanti minta lewat kelurahan, di bikin semacam pendataan lah untuk disampaikan secara kolektif,” ujar Dedie Rachim.

Kerusakan rumah warga berupa retakan pada tembok bangunan, hingga lantai ambles itu terjadi akibat getaran alat berat dari proyek Underpass Batutulis.

Baca Juga: Dedie Rachim hadiri 14 Tahun Perumda PPJ Kota Bogor Yang Terus Membangun Pasar

Pantauan di beberapa rumah warga, retakan terlihat banyak di bagian lantai, dinding dan plafon rumah runtuh. Bahkan, ada satu rumah yang lantai dapurnya ambles akibat kerasnya getaran saat pemasangan tiang pancang untuk pembangunan dinding turap sebagai bagian dari proyek tersebut.

Salah satu warga terdampak, Ahyar mengaku, rumahnya rusak sejak proyek double track. Kini, rumahnya kembali terdampak oleh pembangunan kawasan Batutulis.

Atas hal itu, Ahyar pun mengaku sudah menyampaikan terkait kerusakan bangunan rumahnya kepada pihak kontraktor melalui aparatur di wilayah.

“Sudah kami sampaikan ke pengurus disini, untuk diteruskan ke PT KAI atau kontraktor pelaksana proyek. Karena getarannya bikin dinding retak dan takut roboh nimpa orang,” kata dia baru-baru ini.

“Waktu proyek pertama (double track) ga ada kompensasi. Jangan sampai sekarang juga ga dapet,” ujar Ahyar.
Sementara itu, warga terdampak lainnya Tono sempat menunjukan dua video yang direkam oleh anaknya saat terjadi getaran belum lama ini. Dalam tayangan satu video menunjukan gelas dan piring yang berada di lemari bergetar sangat keras.

Baca Juga: Dedie Rachim : Ada 76 Ribu Pelaku UMKM dan Agripreneur Bisa Ciptakan Entrepreneur Baru di Kota Bogor

Sementara, video lainnya menunjukan air dalam bak mandi bergoyang seperti diguncang gempa bumi.

“Getaran sudah berlangsung sebulan lebih. Sehari bisa 3-4 kali terasa getaran. Waktu awal-awal getarannya sangat kuat, sampai serpihan dari atap jatuh, ada dinding yang retak, genteng bergeser,” kata Tono.

Saking cemas rumahnya khawatir roboh, Tono berinisiatif mendirikan bangunan darurat. Namun karena tidak punya biaya, bangunan yang berada di samping rumahnya itu sampai saat ini masih berupa rangka.

“Rumah saya kan bukan bangunannya yang kokoh, apalagi rumah saya tingkat dua. Jadi punya rencana mindahin barang-barang kesana, tapi belum jadi,” ujar dia.

Ditempat sama, Ketua RW 08, Franki Pulung mencatat ada sekitar 21 rumah di wilayahnya yang mengalami keretakan tembok dan lantai dengan skala kerusakan yang berbeda.

Baca Juga: Dedie Rachim Sampaikan Apresiasi Kinerja Polri dan Harap Kawal Pemilu Damai

“Ada penambahan lagi dua rumah, jadi total 21 rumah di tiga RT yang terdampak proyek itu,” kata Franki.

Franki menyatakan pihak PT Yasapola Remaja selaku kontraktor proyek pembangunan kawasan Stasiun Batutulis dan Underpass menyatakan bersedia memperbaiki bangunan rumah warga yang rusak.

“Janjinya nanti diperbaiki kalau pengerjaan pemasangan tiang pancang selesai. Katanya kalau sekarang diperbaiki, takutnya nanti rusak lagi kena getaran, kan proyeknya belum beres,” tandas dia.

 

Simak rasioo.id di GoogleNews

Lihat Komentar