Di ruang rapat Bupati Bogor, Ase Rukmantara, almarhum Tedja Sukmana dan sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor beradu argumen. Ada perwakilan Dinas Pendidikan yang kurang setuju jika lagu Mars Tegar Beriman yang dikarang Tedja dan Ase Rukmantara dijadikan mars Kabupaten Bogor.
Ase menceritakan, salah satu pejabat Disdik yang menilai negatif atas karya mereka bernama Kosasih. Menurut pejabat itu, lirik lagu berjudul mars Tegar Beriman yang ditulis Tedja Sukmana masih terlalu hampa dari nilai-nilai kebogoran.
Menengahi situasi itu, Eddie Yoso berkata.
“Ini kan karya orang, harus kita hargai dong! Pak Ase saja menghargainya,” kata Bupati seperti yang diingat Ase Rukmantara.
Lalu pihak Disdik menjawab, “Iya pak. Tetapi, ciptaan lagu teh bukan barang hampa,” sambung Ase.
Perdebatan tidak menemui ujung. Tedja Sukmana yang kurang menyukai perdebatan memilih pasrah. Tapi beda dengan Ase Rukmantara. Sebagai seniman, dia merasa setiap karya harus dihargai. Apalagi lagu mars Tegar Beriman yang memang dia bersama Tedja Sukmana harus berpikir cukup keras mewujudkan karya tersebut.
Bupat Eddie Yoso tak ingin situasi itu berlarut panjang. Sebagai jalan tengah, Bupati meminta pihak Disdik untuk menciptakan lagu baru. Lagu itu diciptakan Kosasih dengan judul “Bogormu, Bogorku”.
Ase dan Tedja tak ingin karyanya diremehkan orang lain. Apalagi oleh mereka yang dianggap tidak mengerti banyak soal musik. Akhirnya, mars Tegar Beriman yang dipilih.
Selain itu, ada juga versi bahasa sunda berjudul Karatagan Bogor yang memang lebih dulu diciptakan. Lagu berbahasa sunda itu, sepenuhnya dikarang Ase Rukmantara, baik lirik maupun nadanya.
Namun sayang, mars Tegar Beriman yang berbahasa Indonesia yang kemudian gencar disosialisasikan. Sementara Karatagan Kabupaten Bogor yang berbahasa sunda sedikit terabaikan.
Baca Juga : Kota Bogor Kini Miliki Maskot Baru RuBo alias Rusa Bogor










Komentar