RASIOO.id – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daen Nuhdiana mempertanyakan kebijakan panitia helaran Bogor Fest 2023 yang masih memungut anggaran dari sejumlah pihak untuk event tahunan tersebut. Menurut Daen, kegiatan yang sudah dibiayai APBD tidak boleh menarik sumber lain.
“Jadi terkait Bogor Fest itu sebenernya tinggal dibalikin saja sama EO mereka kan melalui proses lelang, artinya sudah disiapkan anggaran berapa untuk acara itu di dalam perencanaan,” katanya kepada Wartawan, Selasa 22 Agutus 2023.
Daen yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bogor tersebut menduga, ada pihak-pihak yang mendompleng untuk mengambil keuntungan dari ajang tersebut. Untuk itu, dia mengingatkan,
Politisi Partai Hanura itu menyebut, jika sudah dianggarkan dan masyarakat masih dikenakan sejumlah uang, maka sudah jelas ada dugaan oknum yang memanfaatkan kegiatan Bogor Fest untuk meraup keuntungan.
“Kalaupun masyarakat dan pemerintah desa dipinta lagi sejumlah uang untuk kegiatan tersebut oleh EO, patut diduga ada oknum apakah bahasanya partisipasi, apakah memang diharuskan. Kalau sudah proses lelang ya tidak boleh,” tegasnya.
Baca Juga : Peserta Bogor Sehat di Bogor Fest 2023 Dibagi Tiga ‘Kasta’, Disesuaikan oleh Duit
Apalagi, lanjut Daen sapaan akrabnya, kegiatan jalan sehat yang diadakan oleh EO Radar Promosindo tersebut menggaet Luwak White Coffe sebagai sponsor, seharunya sudah difasilitasi semuanya dan gratis untuk masyarakat.
“Kalau spertinya itu dari kopi luwak, artinya mereka kan memfasilitasi semua terkait kegiatan Bogor fest. Berarti kan kalau sudah dianggarkan gak usah dipinta lagi, biar masyarakat Kabupaten Bogor yang menikmati acara itu dengan gratis,” bebernya.
Daen menyebut, jika sudah ada anggaran dari APDB yang digunakan, seharusnya EO memberikan secara gratis baik kaos dan kupon undian tersebut agar masyarakat Kabupaten Bogor menikmati semuanya secara gratis.
“Adapun sudah pakai anggaran, berarti kan ditekel semua oleh APBD, tinggal kuponnya itu dikasih kepada masyarakat secara gratis melalui pemerintah desa,” ujarnya.
Jika ternyata EO memang menggelar kegiatan sendiri karena berbayar, maka mereka harus ikut membayar Fasilitas seperti Stadion Pakansari untuk kegiatan jalan sehat tersebut.
“Nanti akan kita pertanyakan kepada Pemkab Bogor dan EO uang itu untuk apa. Acara itu pakai anggaran apa, apakah APBD murni atau acara di luar Pemerintah,” tukasnya.
Sekedar diketahui, untuk menggelar Bogor Fest 2023, panitia meminta partisipasi dari pemerintah desa sebesar Rp 500 ribu. Selain itu, untuk kegiatan Bogor Sehat Fest, panitia juga berencana memungut anggaran dari peserta dengan jumlah bervariasi sesuai dengan kriteria kasta yang ditetapkan panitia. Besarannya Rp50 ribu hingga Rp 25ribu per peserta. Untuk senam sehat, setiap desa juga diminta mengutus 10 orang peserta dengan biaya pendaftaran Rp 10 ribu per orang.
Simak rasioo.id di GoogleNews















Komentar