RASIOO.id – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu usai memantau langsung lokasi parkir di Kecamatan Parung Panjang pada Senin, 1 Januari 2024, langsung melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil Lima, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), dan pihak terkait di ruang rapat bupati Bogor, Cibinong, Selasa, 2 Januari 2024.
Semua itu untuk menyelaraskan langkah percepatan penuntasan permasalahan jalur tambang di Kecamatan Parung Panjang.
Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian semua pihak yang hari ini memberikan atensinya untuk menuntaskan permasalahan di Parung Panjang. Ia mengajak untuk sama-sama menindaklanjuti hasil pertemuan ini sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing.
“Kehadiran seluruh elemen pada forum ini menjadi penting bagi kami untuk memastikan bahwa kebijakan yang akan kita ambil,” kata Asmawa dalam rilisnya, Selasa, 2 Januari 2024.
“Bukan hanya sepihak dari pihak eksekutif, tapi juga bersama unsur legislatif, dan seluruh stakeholder terkait,” ungkapnya.
Menurut dia, permasalahan di Parung Panjang harus segera dicarikan jalan keluarnya, kapanpun dan siapapun pemimpinnya di Kabupaten Bogor masalah ini harus segera dituntaskan.
“Sebelumnya, saya coba melakukan pemetaan permasalahan secara cepat, saya sudah berkunjung dan melihat langsung dari dekat, sehingga saya bisa mengetahui apa masalah utama yang ada di sana,” tandasnya.
Asmawa Tosepu menjelaskan, yang pertama, sebagai solusi jangka pendek harus percepat mempersiapkan kantong parkir untuk ribuan truk yang ada di sana. Asmawa ingin paling lambat minggu ketiga bulan Januari sudah bisa dipergunakan.
“Jadi mana yang bisa digunakan, kita gunakan dulu jangan menunggu sampai semua selesai. Saya akan pantau langsung progresnya setiap saat,” jelas Asmawa.
Kedua, lanjut Asmawa, adalah bagaimana pemerintah menegakan aturan, karena secara sepintas saat melihat terjadi pelanggaran disana seperti, soal perizinan pertambangan, pelanggaran kapasitas muatan truk dan kelayakan kendaraan hingga pengemudinya.
“Ketiga adalah kewajiban perusahaan dalam bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat,” tutur Asmawa.
“Ini perlu kita dorong, yang penting dilakukan sesuai dengan ketentuan dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dia menerangkan, yang keempat adalah solusi jangka panjangnya yakni pembangunan jalan khusus tambang.
“Kita juga harus mulai melakukan percepatan pembangunan jalan tambang ini. Sehingga tidak mengganggu aktivitas penduduk di Parung Panjang,” bebernya.
Kemudian juga mengantisipasi jika nantinya jalan tambang selesai dibangun, harus dipikirkan juga pintu keluarnya jangan sampai terjadi kemacetan akibat botteleneck.
“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pj. Bupati Tangerang kita akan rencanakan bertemu untuk duduk bersama membahas permasalahan di Parung Panjang secara bersama-sama,” terang Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil Lima, Aan Triana Al Muharam menuturkan, dirinya mengapresiasi Pj. Bupati Bogor yang pada hari ketiga bekerja sudah tancap gas untuk memecahkan persoalan di Parung Panjang.
“Kantong parkir adalah solusi terbaik dan terdekat karena belasan tahun masyarakat kita di sana terganggu keamanannya, kenyamanannya, belum lagi dari sisi kesehatan banyak yang terkena penyakit pernafasan,” tutur Aan.
Ia menambahkan, apa yang kita lakukan hari ini adalah titik awal, walaupun sebelumnya sudah ada langkah-langkah, kita sebagai pemerintah dapat memberikan solusi yang baik untuk masyarakat.
“Hari ini juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir untuk memberikan atensinya sesuai dengan kewenangannya. Ego sektoral harus kita kesampingkan, dan kepentingan masyarakat harus menjadi yang utama,”singkat Aan.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar