Pemerintah Alokasikan Rp660,8 Triliun untuk Pendidikan 2024

 

RASIOO.id – Pemerintah mempersiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20 persen pada APBN 2024. Anggaran itu terbagi atas alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun.

Anggaran pendidikan pendidikan sebesar itu meningkat dibanding anggaran pendidikan tahun 2023 yang mencapai Rp612,2 triliun.

Penyediaan anggaran pendidikan sebesar itu merupakan salah satu strategi jangka menengah dalam upaya transformasi ekonomi.

“Strategi jangka menengah difokuskan pada 5 agenda sebagai berikut, yakni mewujudkan sumber daya manusia unggul yang produktif, inovatif, sejahtera, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan, serta reformasi sistem perlindungan sosial, termasuk penguatan perlindungan pekerja migran Indonesia, “ kata Presiden RI, Joko Widodo, dalam keterangannya.

Baca Juga : Tahun 2023, Kualitas Pendidikan Indonesia Tempati Peringkat ke-69 dari 209 Negara

 

Menurut Presiden, penyiapan anggaran pendidikan dan perlindungan sosial merupakan salah satu upaya meraih bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 dan meraih posisi menjadi negara 5 besar kekuatan ekonomi dunia..

“Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut, Indonesia sebagai middle power in Asia, dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam serta termasuk 1 dari 6 negara Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power, “ujar Presiden .

Untuk itu, kata Presiden, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia ditekankan pada: peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan; pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan distribusi guru dan sarana prasarana pendidikan; dan peningkatan kualitas PAUD.Selain itu, peningkatan akses pendidikan di semua jenjang pendidikan; peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan; serta penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja.

“Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain dengan mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi, “ kata Presiden.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar