Temui Pj Wali Kota, Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang Tagih Solusi Atasi Polemik Lalu Lintas Truk Tambang

RASIOO.idMajelis Milenial Gen Z Kota Tangerang bersama perwakilan ormas di Kecamatan Batuceper melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait lalu lintas truk tambang di Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Garuda, dan Jalan Ir Juanda yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Ahmad Ripa’i, Sekretaris Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang, menyampaikan keluhan tersebut telah berlangsung lama. Puncaknya,  kecelakaan awal tahun ini, yang merenggut nyawa seorang wanita pengendara sepeda motor. Korban tragis ini mengalami nasib menyedihkan, terlindas oleh truk tambang hingga badannya terputus.

“Masalah lalu lintas truk tambang ini berkembang ke arah konflik sosial, ada kemarahan warga yang jika dibiarkan akan menimbulkan gangguan kamtibmas,” kata Ahmad Ripa’i, usai pertemuan digelar.

Baca Juga : Tragedi Truk Tambang di Jalan Marsekal Suryadarma Sisakan Dendam Warga, Beredar Informasi Aksi Massa

Dia mengungkapkan, sudah banyak korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas truk tambang di jalan tersebut. Pada akhir tahun lalu, seorang pemuda di Kelurahan Batusari terlindas dan terseret hingga jarak 30 meter. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa itu pun memicu kemarahan warga Kelurahan Batusari. Apalagi, diketahui pengemudi truk masih berusia 14 tahun.

“Kami melihat banyak sekali pelanggaran, karena itu kami meminta agar Pemkot Tangerang mengevaluasi rute lalu lintas truk tambang di jalan tersebut,” kata dia.

Baca Juga : Pj Wali Kota Tangerang Respons Polemik Lalu Lintas Truk Tambang yang “Mengguncang” Emosi Warga Kecamatan Neglasari, Batuceper, dan Benda

Menurut pria yang karib disapa Ripal itu, jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Garuda dan Jalan Ir Juanda merupakan jalan arteri yang diperkenankan untuk lalu lintas kendaraan dengan bobot tonase di atas 8 ton.

Sementara, truk yang melintas untuk mengangkut material pembangunan proyek pembangunan properti perusahaan besarke arah Jakarta dan Kosambi, Kabupaten Tangerang itu diperkirakan bobotnya mencapai 30 hingga 40 ton.

Akibatnya, kondisi jalan cepat mengalami kerusakan dan memberikan kerugian bagi pengguna jalan yang lain.

“Karena itu kami meminta agar Pemkot Tangerang mencarikan rute jalan lain, supaya tidak ada konflik di jalan raya dan konflik dengan warga sekitar,” cetus dia.

Majelis Milenial Gen Z berharap agar Pj Wali Kota Tangerang bersama instansi terkait dapat memberikan solusi konkrit untuk mengatasi polemik lalu lintas truk tambang di jalan-jalan tersebut.

Mereka menyadari bahwa jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan timbul konflik sosial antara warga dan para pengemudi truk tambang.

Sementara itu, Pj Wali Kota Tangerang, Nurdin mengatakan, pihaknya memahami kegelisahan yang dialami masyarakat akan masalah itu.

Karena itu, Pemkot Tangerang berjanji akan mencarikan solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Koordinasi dengan aparat kepolisian jug akan dilakukan.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Komentar