RASIOO.id – Lika-liku dan luka Baliah si Pengemis ‘A Kasian A’ di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Pamijahan, Kabupaten Bogor begitu menyayat hati.
Viralnya unggahan videonya pada saat mengemis di Kawasan TNGHS meninggalkan suka-duka tersendiri bagi Baliah.
Baliah adalah wanita berusia sekitar 40 tahun yang tengah menjadi buah bibir warganet. Netizen menyoroti Baliah lantaran cara mengemisnya yang sangat melekat.
Ucapan Baliah yang sangat melekat diingatan netizen adalah ‘A Kasian A’ yang selalu diucapkan olehnya kepada setiap pengendara yang melintas di jalur wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Video Baliah yang viral tersebut pun menjadi suka-duka tersendiri untuknya. Pasalnya, lantaran viralnya videonya saat mengemis di kawasan TNGHS, tak sedikit orang dermawan hingga konten kreator yang mendatanginya sembari membawa uang untuk dibagi dengan Baliah.
Selain kabar suka lantaran viralnya video Baliah mengemis, kabar duka pun juga menghampiri keluarga Baliah.
Kabar duka ini dirasakan oleh anaknya yang baru menginjak kelas 5 SD. Yang mana, akibat Viralnya unggahan video Baliah, anak dari pengemis ‘A Kasian A’ tersebut kerap menjadi bulan-bulanan rekannya dan harus menanggung rasa malu di usianya yang masih seumur jagung.
Baliah sendiri adalah warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Ia mengaku terpaksa mengemis di kawasan TNGHS pada akhir pekan atau hari libur karena sang suami yang hanya seorang pekerja serabutan.
Pada akhir pekan atau hari-hari tertentu pada hari libur, Baliah berangkat dari rumahnya pukul 07.00 WIB ke kawasan TNGHS untuk mengemis dan pulang pada pukul 17.00 WIB.
Dalam satu hari mengemis, Baliah mengaku hanya bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya.
“Sehari dapet Rp100 ribu, ojek Rp70 ribu bolak-balik, sisa Rp30 ribu, buat jajan anak sehari Rp10 ribu,” ucapnya, Rabu 17 Januari 2024.
Baca Juga : Pemulung Tajir di Bogor Yang Simpan Cek Rp 1,5 M Ternyata ODGJ
Baliah mengaku kerapkali mendapatkan teguran pada saat ia mengemis di kawasan TNGHS tersebut.
“Disini ge dimarahin sama abah, kata orang jangan mengemis disini,” ujarnya.
Bahkan, pernah sekali kejadian, uang hasil mengemis Baliah hilang diambil oleh seseorang yang tak berperikemanusiaan. “Uangnya pernah diambil sama orang jail,” terang wanita yang tengah jadi buah bibir warganet ini.
Adapun tas yang selalu melekat pada tubuh Baliah hanya berisi perlengkapan ia mengemis, seperti air minum, karung, baskom dan juga payung yang sudah rusak.
Menurut pengakuannya, sebelum mengemis di kawasan TNGHS ini, Baliah juga pernah mengemis di kawasan Curug Cigamea, namun diusir oleh seseorang.
“Sebelumnya mengemis di curug Cigamea terus diusir sama bapak-bapak, disiram juga sama aer dua ember, kadang ada yang jail,” tuturnya.















Komentar