Pengamat Sebut Keputusan KPU Soal Caleg Terpilih Tak Harus Mundur Keliru

 

RASIOO.id – Pengamat politik M Asep Rahmatullah menyebut keputusan KPU yang tak mewajibkan caleg terpilih mundur saat maju kontestasi Pilkada merupakan keputusan yang keliru.

 

Asep membeberkan alasannya terkait keputusan KPU tentang caleg terpilih yang bisa melanjutkan mengikuti kontestasi pilkada tanpa harus mengundurkan diri.

“Menurut saya caleg terpilih seharusnya mundur ketika mengikuti kontestasi pilkada, baik itu Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota dan Gubernu/Wakil Gubernur Karena itu merupakan akhlak atau etika seorang pemimpin yang baik dan benar,” tegas Akademisi Universitas Syekh Yusuf (UNIS) pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Baca Juga: Caleg Terpilih Maju di Pilkada Tak Wajib Mundur, Ini Penjelasan KPU

Menurutnya, hal tersebut dapat memberikan ruang kepada caleg lain atau dengan kata lain berbagi kue kekuasaan.

“Sehingga memberikan ruang kepada caleg lain untuk menggantikannya atau istilahnya berbagi kekuasaan,” terangnya.

Kemudian, ia juga memberikan alasan, bahwa harus ada undang-undang yang mengatur agar terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

“Jadi seharusnya aturan undang undang itu tidak mengarah kepada kekuasaan yang absolut atau otoriterianisme kepada satu caleg semata yang terpilih,” ungkap dia.

Ia melanjutkan, pandangannya itu didasari pada aspek negara ini membutuhkan banyak stok pemimpin berkualitas sehingga harus diberikan kesempatan agar dapat melakukan sesuatu perbaikan untuk daerahnya.

“Harus memberi kesempatan kepada semua caleg atau pemimpin lainnya untuk senantiasa memimpin rakyat. Rakyat Banten atau Indonesia ini luas, jadi butuh banyak pemimpin yang berkualitas dan mampu melakukan perubahan, perbaikan dan kemajuan suatu daerah,” tutupnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Lihat Komentar