Pengamat Sarankan Pembukaan Rute Angkutan Umum Baranangsiang-Rest Area Puncak untuk Kurangi Kemacetan

RASIOO.id – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengusulkan pembukaan rute angkutan umum yang menghubungkan Terminal Baranangsiang di Kota Bogor dengan Rest Area Gunung Mas di Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Usulan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jalur Puncak, terutama pada akhir pekan.

Djoko menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor dapat bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemerintah Kota Bogor untuk merealisasikan rute tersebut.

“Dengan adanya rute angkutan umum ini, volume kendaraan pribadi yang masuk ke Jalur Puncak akan berkurang, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan parkir di tepi jalan bisa dihilangkan,” kata Djoko kepada wartawan, Senin 1 Juli 2024.

Baca Juga: Dukung Relokasi PKL ke Rest Area Puncak, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor: Untuk menata Kawasan Puncak dan Ekonomi Pedagang

Ia menambahkan, jenis bus yang digunakan bisa berkapasitas sedang. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan dapat menyediakan angkutan pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan pedesaan dan berbagai destinasi wisata di Kawasan Wisata Puncak.

Djoko juga menekankan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dalam menjaga ketertiban di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, kawasan Puncak mulai tertib. Satpol PP Kabupaten Bogor harus terus konsisten menertibkan bangunan liar di tepi jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu memimpin langsung penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Puncak pada Senin 24 Juni 2024, meski sempat mendapatkan penolakan dari sebagian pedagang. Asmawa memastikan bahwa perekonomian PKL di kawasan wisata akan lebih baik setelah dipindahkan ke Rest Area Gunung Mas.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan berbagai fasilitas untuk para pedagang, termasuk menggratiskan biaya retribusi selama enam bulan ke depan. Pengelola Rest Area Gunung Mas, PT Sayaga Wisata, bahkan sedang mengintegrasikan pintu keluar-masuk Agro Wisata Gunung Mas dengan rest area agar lebih ramai dikunjungi wisatawan.

“Harapan kami, perekonomian akan lebih baik karena alur keluar-masuk Gunung Mas akan melalui Rest Area Gunung Mas,” jelas Asmawa.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggratiskan biaya parkir bagi kendaraan wisatawan yang keluar-masuk Rest Area Gunung Mas, setelah sebelumnya menerapkan sistem parkir berbayar sejak rest area tersebut beroperasi pada pertengahan 2023.

Menurut Asmawa, sistem parkir berbayar tersebut menjadi salah satu penyebab sepinya pengunjung di Rest Area Gunung Mas.

“Dengan penghapusan biaya parkir, diharapkan jumlah pengunjung akan meningkat,” tambahnya.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar