Hotman Paris Pertanyakan Putusan DKPP Pecat Ketua KPU RI Gegara Perkara “Celana Dalam”

 

RASIOO.id – Pengacara terkenal, Hotman Paris, angkat bicara mengenai kasus pemecatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy’ari, terkait tuduhan asusila yang diputuskan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Rabu, 3 Juli 2024.

Hotman Paris menyampaikan empat pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab untuk memberikan klarifikasi mengenai kasus ini.

Pertanyaan dari Hotman Paris

Melalui akun media sosialnya, Hotman Paris mengajukan empat pertanyaan yang mengusik pikirannya:

  1. Apakah masuk kamar suka rela?
  2. Apakah ada paksaan hubungan intim?
  3. Apakah benar ada permintaan uang dan apartemen?
  4. Apakah benar sudah ada pembayaran cicilan?

“Ini semua murni pertanyaan!” tulis Hotman Paris pada Rabu, 3 Juli 2024.

Baca Juga: Ketua KPU RI Dipecat DKPP Gegara “Celana Dalam”, Siapa Korbannya?

Pertanyaan pertama dan kedua dari Hotman mengacu pada pengakuan Cindra Aditi Tejakinkin, anggota PPLN Den Haag yang mengadukan Hasyim ke DKPP. Cindra mengklaim bahwa ia dipaksa untuk melakukan hubungan badan oleh Hasyim pada tanggal 3-7 Oktober 2023, saat Hasyim melakukan kunjungan dinas ke Belanda.

Menurut pengakuannya, Hasyim memanfaatkan jabatan sebagai Ketua KPU untuk membujuk dan memaksanya menjalin hubungan romantis.

Cindra merasa terpaksa memenuhi permintaan Hasyim karena posisi Hasyim sebagai atasannya dalam struktur penyelenggaraan pemilu. Puncaknya, Cindra mengaku dipaksa melakukan hubungan badan di hotel tempat Hasyim menginap di Den Haag.

Surat Pernyataan dan Komitmen

Pertanyaan ketiga dan keempat Hotman merujuk pada surat pernyataan yang dijadikan bukti dalam persidangan. Setelah menjalin hubungan dengan Hasyim, Cindra meminta Hasyim untuk menikahinya. Namun, Hasyim menolak dan sebagai gantinya, membuat pernyataan yang menyatakan komitmennya.

Surat pernyataan tersebut berisi lima poin, yang di antaranya Hasyim bersedia membayar denda sebesar Rp4 miliar jika tidak menepati janji, yang dibayarkan secara cicilan selama empat tahun. Berikut adalah salinan dari poin-poin dalam surat pernyataan tersebut yang menjadi salah satu bukti persidangan:

  1. Hasyim akan mengurus balik nama Apartemen Puri Imperium Unit 1215 menjadi atas nama Cindra dan menjamin proses tersebut selesai pada Mei 2024.
  2. Hasyim akan memenuhi keperluan Cindra selama kunjungannya ke Indonesia dan di Belanda, termasuk biaya tiket pesawat Pulang-Pergi (PP) sebesar IDR 30.000.000,- setiap bulan serta biaya makan di restoran seminggu sekali.
  3. Hasyim akan memberikan perlindungan seumur hidup kepada Cindra, termasuk menjaga nama baik dan kesehatan mentalnya.
  4. Hasyim tidak akan menikah dengan perempuan lain sejak pernyataan ini dibuat.
  5. Hasyim akan menelepon atau memberikan kabar kepada Cindra minimal sekali sehari sepanjang hidupnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Lihat Komentar