RASIOO.id – Sebuah mobil jenis Fortuner sengaja diparkir di depan gerbang SMPN 1 Cibinong, menghalangi akses keluar masuk sekolah. Aksi ini diduga dilakukan oleh orang tua calon siswa yang tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi.
Informasi yang dihimpun mengungkapkan bahwa mobil tersebut milik orang tua calon siswa yang kecewa karena anaknya tidak diterima di SMPN 1 Cibinong. Orang tua tersebut memarkir mobilnya di depan gerbang sekolah dengan tujuan agar pihak sekolah datang menemuinya di rumah, yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu, membenarkan kejadian tersebut. “Mobil sengaja diparkir di gerbang sekolah karena orang tua siswa kecewa anaknya tidak diterima dalam PPDB,” jelas AKP Yunli dalam keterangannya.
Mobil tersebut diketahui diparkir sejak malam Rabu, 10 Juli 2024. Untuk mengatasi situasi, polisi mengerahkan mobil derek dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk menyingkirkan kendaraan tersebut.
Insiden ini menjadi viral di media sosial, dengan video kejadian yang ramai dikomentari oleh netizen. Komentar yang muncul beragam, ada yang mendukung aksi orang tua tersebut dan ada pula yang mengkritik.
Sebagian netizen mendukung aksi protes ini dengan alasan sistem zonasi PPDB yang dianggap tidak adil. “Adik saya padahal dekat sekali dengan sekolah, tapi tetap tidak diterima di negeri,” tulis seorang netizen yang mengalami nasib serupa.
Namun, ada juga netizen yang memberikan pandangan berbeda. “Sekolah di mana saja sama, yang penting siswa belajar dengan sungguh-sungguh,” tulis seorang netizen.
Sistem zonasi dalam PPDB memang kerap menuai kontroversi, memunculkan berbagai isu seperti ketidakadilan, kecurangan, nepotisme, dan jual beli bangku. “Sistem zonasi membawa kesedihan, kecurangan, nepotisme, dan sogok-menyogok. Silakan pikir baik-baik siapa yang perlu disalahkan atas semua ini,” tulis seorang netizen lainnya.
Kejadian ini menyoroti ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sistem zonasi dalam PPDB dan memicu diskusi lebih lanjut tentang efektivitas dan keadilan sistem tersebut.
Simak rasioo.id di Google News










Komentar