Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Kota Bogor, Ini Penjelasan BMKG 

 

RASIOO.id – Kota Bogor mengalami cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang pada Senin, 2 September 2024. Fenomena ini mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan berbagai dampak di sejumlah wilayah.

Menanggapi kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait penyebab cuaca ekstrem tersebut. Forecaster Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Asri Rachmawati, menyatakan bahwa Kota Bogor tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor, sedang dalam periode transisi musim. Kota Bogor sendiri berada di zona dengan tipe satu musim, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara musim kemarau dan musim hujan,” ujar Asri kepada RASIOO.id pada Selasa, 10 September 2024.

Baca Juga: Kota Bogor Diterpa Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang dan Atap Rumah Warga Ambruk

Asri menjelaskan bahwa Kota Bogor memiliki pola cuaca yang unik. Meskipun wilayah lain di Jawa Barat mengalami transisi yang lebih jelas antara musim kemarau dan hujan, Bogor cenderung mengalami cuaca yang tidak terlalu berbeda sepanjang tahun.

“Tipe satu musim ini memang membuat fenomena seperti hujan deras dan angin kencang menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut,” tambahnya.

Terkait angin kencang yang sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya puting beliung, Asri memastikan bahwa BMKG belum menemukan indikasi yang mengarah ke fenomena tersebut.

“Kami mencatat adanya hujan lebat, petir, dan angin kencang, tetapi berdasarkan data yang ada, belum ditemukan tanda-tanda pusaran angin yang khas dari puting beliung. Angin kencang yang terjadi lebih cenderung bersifat linear, bukan memutar seperti pada puting beliung,” jelasnya.

BMKG juga memprediksi bahwa intensitas curah hujan di Kota Bogor akan terus meningkat dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, seiring dengan transisi menuju musim hujan.

“Hujan diperkirakan akan meningkat secara bertahap dalam periode ini karena kita sedang memasuki musim hujan,” tutup Asri.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu mendatang.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar