Pedagang Buah di Bogor Tunda Jualan Anggur Muscat karena Diisukan Mengandung Zat Kimia Berbahaya

 

RASIOO.id – Baru-baru ini warga Asia Tenggara tengah diramaikan temuan zat kimia berbahaya pada buah Anggur Hijau Shine Muscat yang diimpor dari luar negeri. Residu zat kimia berbahaya pada buah tersebut, pertama kali ditemukan di Thailand.

Otoritas kesehatan negara lain seperti Singapura hingga Malaysia pun mewaspadai isu tersebut. Bahkan, mereka melakukan uji lab dan memastikan buah Anggur Hijau Shine Muscat yang ada di negara mereka aman berdasarkan otoritas negara mereka.

Isu itu juga kemudian mencuat dan membuat otoritas kesehatan di Negara Indonesia ‘ikut-ikutan’ menguji residu zat kimia yang ada pada buah import Jepang itu. Untungnya, hasilnya pun 90 persen aman setelah melakukan uji sample di beberapa daerah yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Baca Juga: Dinas Koperasi dan UMKM Bogor Ingatkan Pentingnya Legalitas Produk

Kendati demikian, para pedagang di Bogor masih masih belum mengetahui uji sample yang dilakukan BPOM itu. Mereka lebih berhati-hati dan memilih untuk tidak menjual kepada konsumen mereka.

“Karena penjualan kurang, peminat ga ada daripada stok numpuk di rumah lebih baik kita beralih ke produk yang lain. Intinya berhenti lagi jualan buah anggur Muscat,” kata penjual buah, Wartono kepada wartawan, Senin 4 Oktober 2024.

“Kebanyakan orang beralih ke produk yang lain atau anggur yang lain,” lanjutnya.

Pedagang lainnya, Gita (48) menyebut dirinya bahkan mengosongkan stok buah tersebut. Sebab, kata dia, isu residu zat kimia berbahaya pada buah Anggur Hijau Shine Muscat itu sudah tersebar di sekitar para pedagang buah hingga konsumen.

“Terus terang saya kosongin anggur Muscat banyak yang bilang gitu, orang orang yang berpendidikan lah ngasih saran, sementara ini jangan jual anggur itu dulu,” ujarnya

“Lebih baik saya mencegah, justru saya mikirnya biar pada sehat, karena masih banyak buah yang lain dan yg lokal lokal juga banyak,” tutup dia.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar