Aktivis Pinta Kadinsos Bogor Tanggung Jawab Terkait Duit Rakyat Yang Dipakai ke Bali saat Warga Terkena Bencana

RASIOO.id – Aktivis Bogor, Alwi Asparin mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk membuka ke publik hasil kunjungan ratusan pegawai sosial yang dinaungi Dinsos.

Aktivis HMI DIPO Ciputat itu menyampaikan, uang yang dipakai kunjungan ke Bali oleh ratusan orang itu merupakan uang rakyat. Sehingga, kata dia, masyarakat harus tahu hasil dari uang yang mereka pakai.

“Uang ratusan juta itu dari APBD Kabupaten Bogor, dari pajak masyarakat, dari uang masyarakat. Maka rakyat berhak mengetahui hasil dari kunjungan itu, apakah benar-benar belajar atau hanya jalan-jalan,” kata dia, Selasa 12 Desember 2024.

Ia memaparkan, uang yang semestinya mampu membiayai rumah rusak masyarakat Kabupaten Bogor akibat bencana itu, harus bisa berdampak lebih untuk masyarakat.

“Logikanya begini, kalau uang itu diperuntukkan bagi masyarakat yang tertimpa bencana kemarin, itu akan sangat membantu. Tapi, kalau kunjungan atau Workshop itu tidak berdampak apapun untuk masyarakat, sungguh keji sekali mereka yang pergi ke Bali di tengah masyarakat yang terkena bencana,” jelas dia.

Pemuda asal Kecamatan Kemang itu meminta seluruh masyarakat untuk tetap mengawal hasil dari Workshop ratusan pegawai sosial tersebut.

“Kita harus kawal terus ini, jangan sampai hanya viral sementara dan dilupakan selamanya. Kita kawal sampai Dinsos berani berbicara ke publik apa hasil dan dampaknya untuk masyarakat soal kunjungan tersebut,” tegas dia.

Diketahui, Dinas Sosial memberangkatkan pegawainya beserta ratusan pegawai sosial yang dinaungi Dinsos untuk workshop ke Bali dengan anggaran Rp900 juta dari APBD Kabupaten Bogor.

Komentar