Gas LPG 3 Kg Langka di Rumpin, Pedagang Ngeluh Omzet Turun

RASIOO.id – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram terjadi di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini berdampak pada omzet para pedagang kecil yang kesulitan mendapatkan pasokan gas subsidi tersebut.

Toni Paton (43), seorang pedagang di Desa Sukamulya, mengaku jatah gas untuk dijualnya mengalami pengurangan signifikan.

“Biasanya dapat 100 tabung, sekarang cuma 70 tabung. Ini sudah berlangsung dua minggu,” ujar Toni, Minggu, 2 Februari 2025.

Baca Juga: Gas LPG 3 Kg Langka, Polisi Grebek Penimbunan Gas Oplosan di Parung Bogor

Ia menambahkan, dampak kelangkaan ini juga dirasakan pedagang warung kecil. Pasokan gas ke warung-warung berkurang drastis, membuat mereka kesulitan melayani pelanggan.

“Biasanya saya bisa mengirim 10 hingga 15 tabung ke warung-warung setiap hari, sekarang paling hanya 2 sampai 3 tabung,” katanya.

Menurut Toni, sejumlah warga bahkan terpaksa mencari gas ke wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang, yang tabungnya memiliki segel berwarna cokelat. Ia menduga ada oknum yang menyalahgunakan distribusi LPG 3 kg, sehingga stok di wilayahnya menipis.

Senada dengan Toni, Eka Nabilah (36), pemilik warung sembako di Desa Sukamulya, juga mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg. Biasanya ia menerima pasokan 10 hingga 20 tabung setiap pengiriman, yang datang dua hingga tiga kali dalam seminggu. Namun dalam dua pekan terakhir, gas tak kunjung dikirim.

“Biasanya lancar, tapi sekarang tidak ada yang mengirim. Terpaksa kami mencari gas ke Tangerang,” kata Eka.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Rumpin. Warga berharap distribusi kembali normal agar aktivitas usaha tidak terganggu.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Komentar