RASIOO.id – Sahabat ngopi, bersamaan dengan datangnya musim duren ini, segera setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Bogor, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Jaro Ade sebagai bupati dan wakil bupati Bogor periode 2024 – 2029.
Dengan demikian, jika semuanya berjalan lancar, pasangan tersebut akan segera dilantik menjadi pemimpin baru di Kabupaten Bogor, sebuah wilayah yang dihuni sekitar 5,682 juta jiwa, hampir setara dengan jumlah penduduk negara Singapura.
Pelantikan yang tinggal menghitung hari ini, membuat masyarakat Kabupaten Bogor menanti gebrakan pertama yang akan diambil oleh Bupati baru.
Banyak pekerjaan rumah yang sudah menunggu untuk diselesaikan, terutama di bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur.
Selain itu, birokrasi di Kabupaten Bogor juga masih sangat rumit, mulai dari prosedur yang berbelit-belit hingga keterlibatan ASN dalam politik praktis yang telah mengakar.
Darimana harus dimulai gebrakan itu?
Setidaknya gebrakan baru bisa dimulai dari bersih – bersih birokrasi yang tidak sehat, mengevaluasi sitem pelayanan publik dan memutus mata rantai keterlibatan ASN yang selama ini masuk Politik praktis, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang dan manipulasi kebijakan demi kepentingan kelompok tertentu.
Semuanya sangat bergantung pada keberanian Bupati baru untuk mengambil Langkah – Langkah yang tegas, namun juga tetap bijak.
Jika langkah yang nyata ini terealisasi tentunya ini menjadi modal awal untuk membangun Kembali kepercayaan masyarakat Kabupaten bogor yang selama ini defisit kepercayaan kepada pemimpinya.
Namun, jika gebrakan pertama bupati baru terkesan biasa saja, maka dengan cepat kepercayaan masyarakat akan terkikis, dalam jangka Panjang jika gebrakan pertama tidak sesuai ekspektasi.
Masyarakat akan menilai kepemimpinan pemerintah daerah yang baru, sama dengan kepemimpinan yang sudah – sudah.
Akhinya, seperti hendak membeli duren, rupa bagus dan harum namun setelah dipilih ternyata anyep dirasa, masyarakat sering kali ketipu bukan.
Pengamat Sosial Bogor
Januari Aquarta















Komentar